SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersiap mencatat sejarah baru di sektor transportasi udara. Untuk pertama kalinya, pesawat berbadan besar jenis Airbus A320 milik maskapai Super Air Jet dijadwalkan mendarat di Bandara H Asan Sampit pada 7 Mei 2026.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah pemerintah daerah menerima jadwal resmi dari manajemen Lion Air Group. Momen ini dinilai sebagai langkah maju yang telah lama dinantikan masyarakat. “Insyaallah tanggal 7 Mei akan menjadi landing perdana pesawat Airbus A320 Super Air Jet di Bandara H Asan Sampit. Kita doakan semuanya berjalan lancar,” katanya, Rabu (29/4/2026).
Halikinnor menjelaskan, meski kondisi landasan pacu Bandara H Asan saat ini masih memiliki lebar 30 meter, berdasarkan hasil kajian teknis pesawat berbadan besar tersebut dinyatakan aman untuk melakukan pendaratan.
Pada tahap awal, Super Air Jet akan melayani rute Sampit–Jakarta dan Jakarta–Sampit. Namun ke depan, peluang pengembangan rute dinilai sangat terbuka. Termasuk ke kota-kota besar seperti Surabaya dan Semarang. Bahkan berpotensi terhubung dengan penerbangan haji dan umrah.
“Kita berharap ini menjadi pintu masuk untuk membuka rute-rute lainnya. Termasuk kemungkinan konektivitas dengan keberangkatan haji dan umrah ke depannya,” jelasnya.
Lebih dari sekadar peningkatan layanan transportasi, kehadiran pesawat berbadan besar ini diyakini akan berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Selain mengangkut penumpang, pesawat tersebut juga memiliki kapasitas kargo yang lebih besar.
“Ini tentu akan memperlancar arus distribusi barang dan jasa. Tidak hanya mobilitas orang, tapi juga pergerakan ekonomi kita akan ikut terdorong,” tambahnya.
Rencananya, penerbangan perdana tersebut juga akan dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Bahkan pejabat dari kementerian terkait dijadwalkan turut serta dalam penerbangan menuju Sampit.
Bagi pemerintah daerah, momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti bahwa Bandara H Asan Sampit mulai naik kelas dalam mendukung konektivitas wilayah. “Ini kebanggaan bagi kita semua. Apa yang selama ini kita cita-citakan akhirnya bisa terwujud. Mudah-mudahan ini menjadi awal kemajuan transportasi udara di Kotim,” ungkapnya.
Di sisi lain, masuknya maskapai dengan armada lebih besar juga diharapkan mampu menciptakan persaingan yang sehat di sektor penerbangan. Kondisi ini diyakini akan berdampak positif terhadap harga tiket pesawat yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. “Dengan adanya pilihan maskapai dan kapasitas yang lebih besar, kita harapkan harga tiket bisa lebih kompetitif dan terjangkau,” tandas Halikinnor. (pri/ens)












