Kotawaringin Barat

Nurhidayah Soroti Efisiensi Anggaran dan Karhutla

190
×

Nurhidayah Soroti Efisiensi Anggaran dan Karhutla

Sebarkan artikel ini
HADIR : Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah dan Wakil Bupati Suyanto bersama forkopimda saat silaturahmi dan halalbihalal, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Saat Halalbihalal Bersama Forkopimda dan Masyarakat Kobar

PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah mengundang seluruh jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan masyarakat dalam silaturahmi dan halalbihalal di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kobar, Sabtu (25/4/2026) lalu.

Dalam suasana hangat penuh keakraban, Nurhidayah berbicara terkait realita yang tidak ringan dalam mengupayakan pembangunan di tengah efisiensi anggaran.

“Keuangan di daerah sedang menghadapi efisiensi. Namun kita tetap memaksimalkan pembangunan. Termasuk juga mencari inovasi dalam hal pencapaian pendapatan asli daerah,” kata Nurhidayah dalam halalbihalal tersebut.

Kondisi fiskal yang tertekan akibat kebijakan pusat tersebut mengharuskan pemerintah daerah untuk lebih selektif memprioritaskan belanja publik. Bupati menyebut, fokus pembangunan saat ini berada pada tiga sektor utama.

“Dengan keterbatasan fiskal, pelayanan publik harus berjalan optimal pada prioritas belanja infrastruktur dasar, kesehatan, dan pendidikan,” sebutnya.

Di sisi lain, secercah optimisme datang dari komoditas lokal. Nurhidayah mengapresiasi capaian pengembangan sektor pertanian, sekaligus mendorong agar kemandirian dan ketahanan pangan ditingkatkan guna menghadapi ketidakpastian global.

“Alhamdulillah kita punya semangka, gula merah nipah, dan pakan ikan serta beberapa komoditas lainnya yang menembus pasar luar daerah melalui misi dagang. Bahkan merambah ke ekspor,” ungkapnya. 

Namun pemerintah daerah juga dihadapkan ancaman cuaca ekstrem el nino godzilla yang berisiko serius. Untuk itu, bupati memperingatkan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kekeringan.

“Saya meminta seluruh elemen, terkhusus BPBD, relawan, dan aparatur desa untuk waspada menghadapi ancaman karhutla dan menjaga aset-aset sumber air daerah,” tegasnya.

Selain itu, bupati menyinggung pentingnya stabilitas sosial di era digital. Masyarakat diminta bijak bermedia sosial dan tidak menjadi sumber kegaduhan. “Diharapkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terjalin erat, demi memperkuat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus bersama-sama menjaga kondusivitas daerah,” harapnya. (fit/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *