PALANGKA RAYA – Upaya mengurangi risiko kebakaran di lingkungan kerja, khususnya di lingkungan padat permukiman, terus dilakukan, salah satunya melalui pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) di SPPG Jekan Raya Palangka 2, Jalan Garuda 5, Kota Palangka Raya, Kamis (23/4/2026). Kegiatan itu menyasar para relawan SPPG agar lebih sigap menghadapi potensi bahaya, terutama di area dapur.
Pelatihan tersebut melibatkan tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya yang memberikan materi sekaligus praktik langsung di lapangan. Peserta diajarkan teknik dasar memadamkan api menggunakan APAR hingga metode sederhana seperti memanfaatkan karung goni.
Kepala SPPG Jekan Raya Palangka 2, David Marpaung, mengatakan pelatihan ini dinilai sangat bermanfaat bagi para relawan. Menurutnya, kegiatan berjalan dengan baik dan para peserta mampu mengikuti setiap tahapan yang diberikan oleh instruktur.
“Pelatihan tadi sudah dilakukan bersama tim Damkar, dan kami juga ikut langsung praktiknya. Beberapa relawan sudah mencoba menggunakan APAR maupun karung goni untuk memadamkan api,” ucapnya.
Ia menilai, dengan adanya pelatihan tersebut, para relawan di SPPG Jekan Raya Palangka 2 kini memiliki bekal yang cukup untuk melakukan penanganan awal apabila terjadi insiden kebakaran.
“Kalau ada kejadian yang tidak diinginkan, saya rasa relawan sudah cukup mampu untuk melakukan pemadaman awal,” tambahnya.
David juga menjelaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan arahan dari pusat, mengingat aktivitas di dapur memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran, baik akibat kebocoran gas maupun korsleting listrik.
“Kegiatan ini penting karena berkaitan langsung dengan api. Di dapur ada potensi kebocoran gas maupun gangguan listrik yang bisa memicu kebakaran,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kota Palangka Raya, Analistra, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. “Kegiatan pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta mitigasi risiko kebakaran di lingkungan kerja,” ucapnya saat dibincangi di tempat berbeda.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar mampu melakukan penanganan awal secara cepat dan tepat saat kondisi darurat terjadi. Ia menambahkan, penjadwalan kegiatan dilakukan oleh pihak SPPG dengan berkoordinasi langsung bersama Damkar Kota Palangka Raya.
“Untuk penentuan jadwal langsung dari kepala SPPG yang berkoordinasi dengan pihak Damkar Kota Palangka Raya,” pungkas Analistra. (ter)












