Pulang Pisau

Dewan Ajak Warga Cegah Karhutla

179
×

Dewan Ajak Warga Cegah Karhutla

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Dwi Saksono SE, baru-baru ini. foto: ist

KUALA KAPUAS – Peran masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai sangat penting, terutama di wilayah rawan seperti Kabupaten Pulang Pisau yang kerap mengalami kejadian serupa setiap tahunnya.
Dalam upaya pencegahan, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebagai alternatif, masyarakat didorong menerapkan metode buka lahan tanpa bakar (BLTB).
Memasuki musim kemarau tahun 2026, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulang Pisau, Dwi Saksono, mengajak seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla.
“Kebakaran hutan dan lahan harus dicegah secara bersama-sama. Peran masyarakat sangat penting dalam upaya ini,” ujarnya, baru-baru ini.
Dwi yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Kahayan Hilir, Jabiren Raya, Kahayan Tengah, dan Banama Tingang menilai langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama pihak terkait sudah cukup baik.
Namun, menurutnya, keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada kesadaran masyarakat.
“Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi kunci utama, karena hal tersebut dapat memicu karhutla,” tegasnya.
Legislator dari PDI Perjuangan itu juga menambahkan bahwa karhutla dapat dicegah apabila semua pihak memiliki komitmen yang sama dalam menjaga lahan masing-masing dari risiko kebakaran.
Ia mengingatkan bahwa tanpa komitmen bersama, berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya tidak akan memberikan hasil maksimal.
“Komitmen bersama untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar adalah kunci utama,” tambahnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau, untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan dari ancaman karhutla.
“Dampak karhutla sangat merugikan, baik bagi lingkungan, perekonomian, maupun kesehatan. Mari kita jaga bumi kita dari bencana ini,” pungkasnya. (ung/ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *