Utama

Simulasi Ricuh May Day, Polda Kalteng Uji Kesiapan Pengamanan

324
×

Simulasi Ricuh May Day, Polda Kalteng Uji Kesiapan Pengamanan

Sebarkan artikel ini
PENANGANAN AKSI : Simulasi pengamanan Hari Buruh Internasional digelar Polda Kalteng di Palangka Raya, Rabu (22/4/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) mematangkan pengamanan jelang peringatan Hari Buruh Internasional 2026 dengan menggelar simulasi penanganan aksi massa yang dibuat menyerupai kondisi riil di lapangan. Kegiatan itu menjadi bagian dari strategi memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif saat momentum yang identik dengan penyampaian aspirasi tersebut.

Latihan intensif itu dilaksanakan melalui rangkaian tactical floor game (TFG), gladi posko, hingga simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) yang berlangsung sejak 20 hingga 22 April 2026 di Mapolda Kalteng. Seluruh satuan tugas dilibatkan untuk menguji kesiapan personel, peralatan, hingga pola koordinasi lintas fungsi.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan, May Day merupakan agenda tahunan yang berpotensi menghadirkan mobilisasi massa dalam jumlah besar. Karena itu, diperlukan kesiapsiagaan maksimal dan perencanaan matang agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.

Menurut kapolda, simulasi menjadi bagian krusial dalam manajemen operasi kepolisian. Selain untuk menguji rencana pengamanan, kegiatan ini juga bertujuan menyamakan persepsi antarsatuan tugas serta memastikan respons taktis di lapangan berjalan cepat, tepat, dan terukur.

“Setiap personel harus memahami peran dan tanggung jawabnya, termasuk menghadapi berbagai skenario, dari situasi aman hingga kondisi kontinjensi,” ungkap Iwan Kurniawan, Rabu (22/4/2026).

Dalam salah satu skenario, situasi dibuat memanas ketika massa aksi yang awalnya menyampaikan aspirasi berubah anarkis dengan melempar botol ke arah petugas. Aparat yang berjaga merespons dengan formasi tameng. Namun tekanan massa terus meningkat hingga memaksa petugas mengerahkan water canon untuk membubarkan kerumunan.

Simulasi berlanjut dengan eskalasi penanganan, termasuk penerjunan personel brimob, unit K9, serta patroli bermotor untuk memecah konsentrasi massa. Tembakan peringatan ke udara juga dilepaskan sebagai bagian dari prosedur pengendalian situasi, hingga akhirnya kondisi berhasil dikendalikan.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat menjelaskan, seluruh rangkaian tersebut merupakan latihan rutin untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan, khususnya saat aksi unjuk rasa.

Ia menambahkan, pendekatan preventif dan humanis tetap menjadi prioritas dalam pengamanan. Namun aparat juga dituntut bertindak tegas sesuai standar operasional prosedur (SOP) jika situasi berkembang tidak terkendali. “Tujuannya agar setiap tahapan penanganan, dari situasi hijau hingga merah, dapat dilakukan secara profesional dan terukur,” tegasnya. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *