PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal mengatakan belum ada sidak mengenai plastik di tengah gempuran isu kenaikan harga tersebut, namun ia mengakui memang ada kenaikan harga akibat bahan baku minyak mentah.
Samsul Rizal memperkirakan harga akan naik dalam waktu dekat, mengingat saat ini peredaran plastik di pasaran masih didominasi stok lama.
Ia menjelaskan, bahan baku plastik yang berasal dari produk petrokimia sangat dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah dunia, sehingga kenaikannya cukup signifikan.
“Memang belum ada sidak khusus terkait plastik, tetapi kami melihat harga sudah mulai naik. Ini karena bahan bakunya dari minyak mentah, jadi dampaknya luar biasa,” ujarnya, Rabu (22/4/26).
Menurutnya, kenaikan harga plastik berpotensi memberikan dampak terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergantung pada kemasan plastik untuk operasional sehari-hari.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada rencana pemberian subsidi khusus terkait kenaikan harga plastik. Pihaknya lebih memprioritaskan pengawasan terhadap ketersediaan barang di pasaran agar tidak terjadi kelangkaan.
“Yang pasti kami fokus dulu pada ketersediaan. Kami juga mengimbau para pedagang agar tidak mengambil keuntungan berlebihan, meskipun kami akui harga memang mengalami kenaikan,” katanya.
Ia menambahkan, lonjakan harga kemungkinan akan lebih terasa dalam beberapa waktu ke depan seiring habisnya stok lama dan masuknya barang baru dengan harga yang sudah menyesuaikan.
Selain plastik, pihaknya juga memantau harga kebutuhan pokok lainnya seperti gula yang saat ini berada di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 19.000 per kilogram, naik dari harga normal sekitar Rp 17.000 hingga Rp 17.500.
Pemerintah kota, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna menjaga stabilitas harga serta melindungi pelaku usaha dan masyarakat dari dampak kenaikan tersebut. (ifa/)












