Isen MulangKalimantan Tengah

Progres RTH Eks Disnakertrans Capai 65 Persen

160
×

Progres RTH Eks Disnakertrans Capai 65 Persen

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalteng Juni Gultom. foto: ist

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Juni Gultom memastikan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan eks Disnakertrans tetap berjalan sesuai rencana. Walaupun di tengah kebijakan efisiensi anggaran saat ini, namun progres pembangunannya telah mencapai 65 persen.

Saat diwawancarai wartawan, Juni Gulton menjelaskan, secara umum tidak ada perubahan signifikan pada desain awal proyek tersebut. Namun pihaknya melakukan sejumlah penyesuaian kecil untuk memperkuat konsep kawasan hijau yang lebih estetis dan ramah lingkungan.

“Pengerjaan tetap sesuai dengan desain awal. Hanya ada beberapa penambahan untuk memperkuat wajah hijau. Terutama dari sisi estetika,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia menambahkan, penyesuaian tersebut difokuskan pada elemen-elemen pendukung ruang terbuka agar terlihat lebih menarik sekaligus fungsional bagi masyarakat.

Terkait progres pembangunan, Juni mengungkapkan, saat ini pengerjaan RTH telah mencapai sekitar 65 persen. Angka tersebut dinilai masih sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. “Sekarang progresnya sudah sekitar 65 persen,” jelasnya.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalteng optimistis proyek ini dapat rampung tepat waktu pada akhir tahun. “Targetnya tetap akhir tahun selesai,” tegas Juni.

Dia juga membuka kemungkinan bahwa peresmian RTH eks Disnakertrans itu akan dilakukan bersamaan dengan kawasan eks KONI Kalteng. Mengingat keduanya berada dalam satu kesatuan pengembangan wilayah perkotaan.

“Kemungkinan bisa diresmikan bersamaan, karena ini menjadi satu kesatuan kawasan dengan bundaran besar yang kita kembangkan,” katanya.

Menurut dia, integrasi kedua kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, baik sebagai ruang publik, area rekreasi, maupun penunjang keindahan kota.

Setelah rampung, kawasan ini diharapkan langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang terbuka yang representatif dan nyaman. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *