Kotawaringin Timur

Wabup Kotim Kutuk Keras Grup Kontrovesial

181
×

Wabup Kotim Kutuk Keras Grup Kontrovesial

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA : Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati saat diwawancarai awak media, kemarin. ‎APRI/RADAR KALTENG

Desak Aparat Bertindak Cepat Tangani Grup Facebook “gay abg sampit”

SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati melontarkan kecaman keras terhadap kemunculan grup Facebook bertajuk “gay abg sampit” yang dinilai meresahkan dan berpotensi merusak moral generasi muda.

‎Dengan nada tegas, Irawati menyatakan bahwa keberadaan grup tersebut tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun. Ia bahkan menyebut praktik yang mengarah pada penyimpangan tersebut sebagai perbuatan tercela yang harus segera dihentikan.

‎“Saya mengutuk keras jika memang benar ada aktivitas seperti itu. Ini tidak bisa dibenarkan dan harus segera ditindak,” tegasnya, Kamis (16/4/2026).

‎‎Ia menilai, kemunculan grup tersebut menjadi alarm serius bagi semua pihak, terutama orang tua, untuk lebih aktif mengawasi anak-anak dalam penggunaan gadget dan media sosial. Menurutnya, lemahnya pengawasan membuka ruang bagi anak-anak untuk terpapar konten yang tidak sesuai.

‎“Orang tua harus hadir. Jangan biarkan anak-anak bebas tanpa pengawasan, karena media sosial saat ini sangat terbuka dan belum sepenuhnya terkendali,” ujarnya.

‎Irawati juga menyoroti belum optimalnya penerapan pembatasan usia dalam penggunaan perangkat digital. Meski kebijakan telah ada, implementasinya di lapangan masih belum efektif, sehingga anak-anak tetap leluasa mengakses berbagai platform.

‎Lebih lanjut, ia mendesak aparat dan instansi terkait untuk segera melakukan penelusuran mendalam terhadap grup tersebut. Langkah ini dinilai penting guna memastikan isi dan tujuan sebenarnya, serta mencegah dampak yang lebih luas.

‎“Saya minta pihak berwenang segera menelusuri. Jangan sampai ini berkembang dan berdampak buruk bagi anak-anak kita,” katanya.

‎Di sisi lain, Irawati juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada remaja agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menegaskan bahwa platform digital seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif yang mendukung perkembangan diri.

‎“Gunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat. Jangan sampai justru menjerumuskan diri ke hal-hal yang merugikan,” pungkasnya. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *