PALANGKA RAYA – Menuntaskan reses pertama tahun ini, Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi mengunjungi 11 titik masyarakat. Dalam pertemuan itu sejumlah persoalan mendasar disampaikan masyarakat yang masih berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.
Kegiatan reses digelar di 11 titik tersebut menjadi sarana penting bagi DPRD Kalteng untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Tujuannya tidak hanya mencatat keluhan, tetapi juga merumuskan prioritas pembangunan daerah agar lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga di kabupaten maupun kota.
“Secara prinsip, masyarakat masih fokus pada beberapa hal utama. Pertama adalah infrastruktur, terutama jalan akses antar kabupaten dan dalam kota hingga desa yang kondisinya cukup parah dan perlu penanganan serius,” ujar Junaidi, Senin(13/4).
Ia menjelaskan, kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi lokal. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mempercepat perbaikan infrastruktur secara merata.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti sektor pendidikan dan kesehatan yang dinilai masih perlu perhatian lebih. “Mereka berharap pendidikan bisa benar-benar gratis, tidak ada lagi pungutan baju maupun buku, bahkan kalau bisa sampai kuliah dibantu pemerintah. Di bidang kesehatan, mereka ingin BPJS bisa meng-cover semua penyakit,” tambahnya.
Di sektor ekonomi, masyarakat berharap adanya program konkret untuk membuka lapangan kerja. Minimnya peluang kerja saat ini menjadi kekhawatiran utama yang dirasakan di berbagai daerah.
Junaidi berharap seluruh aspirasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan. Ia juga mengimbau agar masyarakat terus aktif menyampaikan kebutuhan mereka demi pembangunan Kalteng yang lebih baik.(sep/*).












