Kapuas

Band Batas Senja Hipnotis Warga Kuala Kapuas

157
×

Band Batas Senja Hipnotis Warga Kuala Kapuas

Sebarkan artikel ini
PENAMPILAN – Group band Batas Senja saat tampil pada acara Pesta Rakyat Haji Jadi Kota Kuala Kapuas.

Yang Tersisa dari Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung

Kemeriahan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke 220 dan HUT ke 75 Pemerintah Kabupaten Kapuas diakhiri dengan pesta rakyat. Acara ini dimeriahkan dengan Group Band Batas Senja.

Peringatan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas tahun ini terasa berbeda dibanding  tahun-tahun sebelumnya. Rangkaian lomba tradisional yang bernuansa  budaya lokal digelar sejak satu minggu yang lalu. Tidak hanya  didaratan, kegiatan yang bertajuk Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung juga diselenggarakan  di Sungai Murung Kuala Kapuas.

Seperti lomba Besei Kambe sebuah perlombaan mengayuh satu perahu atau jukung berlawanan arah. Lomba ini juga mirip tarik tambang di atas perahu dengan peserta empat orang saling membelakangi.

Besei Kambe atau yang lebih dikenal Dayung Hantu merupakan salah satu lomba yang paling menyedot anemo masyarakat di pinggiran Sungai Murung. Lomba ini memang unik. Barangkali hanya satu-satunya di Nusantara lomba naik satu perahu saling membelakangi. Peserta yang jukungnya mampu melewati batas garis tertentu, itulah sebagai pemenangnya.

Satu lagi kegiatan yang di selenggarkan di Sungai Murung  Kapuas. Yakni  adat budaya Banama Hai dan Ngarunya. Kegiatan ini sebagai bentuk perhormatan kepada tamu yang dilambangkan naik sebuah perahu (Banama) untuk memasuki sebuah wilayah. Setelah perahu tersebut merapat di dermaga para tamu di atas perahu melempar tombak atau batang suli ke sungai sebagai bentuk membuang sial dan mara bahaya.

Lomba tradisonal lain yang kalah menariknya, lomba Manyipet, Balogo, Gasing, dan Lawang Sekepeng serta pemilihan Jagau Linga dan Bawi Kameloh. Hampir seluruh dinas instansi serta kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas terlibat langsung memeriahkan festival budaya.

Sementara kaum hawanya tak kalah serunya. Mereka  yang tergabung dalam PKK dan Darma Wanita menyelenggarakan lomba memasak makanan khas tradisional (Mangenta). Lomba ini  langsung dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Ny Saniah Wiyatno diikuti dinas instansi dan PKK tingkat kecamatan dan desa.

Dari rangkaian festival budaya Hari Jadi Kota Kapuas diakhiri dengan Festival Karnaval Budaya yang diselenggarakan Sabtu (11/4) siang. Dan malam harinya digelar pesta rakyat. Acara terlihat special dengan hadirnya kelompok Band Batas Senja dari Kota Lampung serta penampilan komunitas tari dan persaudaraan anak timur Moluccan Soul.

“Pesta rakyat ini sebagai wujud rasa syukur Kota Kuala Kapuas diusianya yang ke 220. Sekaligus  memberikan hiburan kepada masyarakat dan mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Bupati Kapuas H.M. Wiyatno yang hadir pada acara pesta rakyat bersama Wakil Bupati Dodo, Sekda Usis I Sangkai  serta para pejabat lainya.

Kemeriahan acara semakin terasa  ketika Band Batas Senja dengan penyanyinya Fabio Asher menyanyikan beberapa lagu hitnya. Mulai dari lagu Alenia, Kerta dan Pena, Nyaman, Kemana Kita Hari Ini. Penonton seperti terhipnotis  ketika band yang terdiri 4 personel menyanyikan lagu Terima Kasih. Sorak sorai pun membahana di Stadion Panunjung Tarung.

Lagu ini merupakan karya terbarunya Band Batas Senja yang dirilis tahun 2024. Produser  Film Catatan Harian Menantu Sinting memilih lagu ini sebagai sountracknya. Kehadinranya lagu Terima Kasih mendapat sambutanya yang meriah dan viral di tengah-tengah masyarakat penggembar music tanah air. (alx/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *