Kapuas

Manyipet Senjata Berburu Khas Dayak yang Kini Dilombakan

173
×

Manyipet Senjata Berburu Khas Dayak yang Kini Dilombakan

Sebarkan artikel ini
MANYIPET - Wakil Bupati Kapuas, Dodo mencoba Manyipet di dampingi Camat Selat dan Ketua Portina Kapuas.

Dari Arena Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung 2026

Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung 2026 terus mendapat sambutan meriah warga Kapuas. Arena lomba di Stadion Panunjung Tarung Kuala Kapuas setiap hari selalu dipadati pengunjung yang datang dari beberapa kecamatan dan dari daerah lain.

Alex, KUALA KAPAUS

Salah satu lomba yang menarik perhatian pengunjung yakni Lomba Manyipet atau mensumpit. Lomba ini diikuti hampir seluruh perwakilan kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas, orgnasasi masyarakat, dinas instansi pemerintah serta para pelajar dan mahasiswa.

Lomba Manyipet  ini dibuka secara langsung Wakil Bupati Kapuas, Dodo. Usai membuka Dodo yang mantan camat di daerah Hulu Kapuas mencoba langsung memperagakan menggunakan sumpit dengan meniup ujung sumpit. Sepertinya orang nomor dua di Kapuas memang memiliki kemahiran dalam manyipet.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dodo berharap agar olahraga tradisional Manyipet semakin dikenal luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menegaskan bahwa Manyipet merupakan bagian dari khazanah budaya Dayak yang harus dijaga dan dilestarikan, khususnya di Kalimantan Tengah.

Festival ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pengembangan olahraga tradisional di tingkat lokal maupun regional.

Lomba manyipet ini diikuti sebanyak 34 peserta yang terdiri dari 25 laki-laki dan 9 perempuan. Jumlah ini jauh meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Para peserta terutama yang berasal dari daerah kecamatan begitu antusias mengikuti lomba manyipet. Mereka sudah mempersiapkan peralatan sumpet jauh hari sebelumnya.

Manyipet atau Sumpit merupakan senjata khas tradisional Suku Dayak Kapuas di daerah pedalaman. Sumpit terbuat dari kayu keras biasanya kayu ulin yang dilubangi di dalamnya. Anak sumpit atau sering disebut damek sebagai senjatanya. Bagian ujung damak dibuat lancip dan tajam.

Cara menggunakan sipet meletakan anak sumpit dijung lubang, kemudian ditiup dengan kencang. Anak sumpit akan keluar dari lubang dengan kecepatan tinggi menembus sasaranya. Alat Sumpit atau sipet, hingga kini masih digunakan warga pedalaman untuk berburu. Biasanya di ujung damek diberi racun, sehingga begitu terkena binatang buruan akan langsung mati.

Di era modernisasi ini manyepit dilombakan bahkan menjadi salah satu cabang olahraga tradisional. Pemkab Kapuas sendiri dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Kapuas dan HUT Pemerintahan Kapuas tidak pernah ketinggalan selalu mempertandingkan lomba Manyipet.

Ketua panitia yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kabupaten Kapuas, Syahrin, menyampaikan bahwa lomba Manyipet ini tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga sebagai ajang persiapan menghadapi Lomba Isen Mulang yang akan dilaksanakan di Palangka Raya pada bulan Mei mendatang. (alx/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *