Kapuas

Lomba Besei Kambe Menjadi Daya Tarik Warga Kapuas

190
×

Lomba Besei Kambe Menjadi Daya Tarik Warga Kapuas

Sebarkan artikel ini

KUALA KAPUAS – Salah satu cabang olah raga tradisional yang menarik perhatian warga Kapuas yakni lomba Besei Kambe. Lomba yang dipusatkan di Pelabuhan KP3 Jalan Sudirman, Kamis (9/4) hampir selalu dipertandingkan pada event Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung.

Wakil Bupati Kapuas Dodo, menghadiri langsung kegiatan lomba Besei Kambe yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-220 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-75 Tahun 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Vitrianson, Camat Selat Syarifullah. Lomba Besei Kambe ini diikuti kelompok putra dan putri dari perwakilan kecamatan, organisasi perangkat daerah, organisasi kemasyarakat, pejalat dan peserta umum.

Besei Kambe adalah olahraga tradisional suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah yang berarti Dayung Hantu  atau mendayung arwah/nenek moyang. Ini adalah lomba mendayung perahu berlawanan arah, di mana dua regu saling tarik-menarik menggunakan pengayuh dalam satu perahu hingga mencapai batas tertentu.

Pada tahun ini perlombaan Besei Kambe diikuti sebanyak 32 peserta Putra Kategori Umum dan Pelajar dan 21 peserta Putri Kategori Umum dan Pelajar. Adapun.

Permainan ini menggunakan satu dayung atau perahu berdua (Perorangan) atau satu regu dua orang dengan posisi saling membelakangi. Kedua regu saling mendayung perahunya tapi berlawanan arah. Peserta yang mampu melewati perahunya pada batas tertentu, itulah yang dinyatakan pemenang.

Olah raga tradisional khas Suku Dayak ini memerlukan kekuatan tenaga terutama tangan untuk mendayung dan keterampilan dalam mengayuh perahu, Peserta harus sekuat tenaga mendayung perahu berlawanan arah dengan lawan peserta lainya.

Wakil Bupati Kapuas Dodo, menyampaikan Atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Perlombaan Besei Kambe bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan wujud nyata pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Kapuas.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ungkapnya.

Wabup berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, serta semakin melibatkan generasi muda agar budaya daerah tetap lestari di tengah arus modernisasi.

“Saya mengucapkan selamat berlomba kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas, dan semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, aman, dan sukses. Dirgahayu Kota Kuala Kapuas ke-220 dan HUT Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-75. Semoga Kapuas semakin BERSINAR (Berdaya Saing, Sejahtera, Indah, Aman dan Religius),” tegasnya. (alx/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *