PALANGKA RAYA — Kehadiran aplikasi E-Pahari sebagai inovasi digital layanan pajak daerah di Kalimantan Tengah menuai sorotan. Di satu sisi mempermudah, namun di sisi lain masih menyisakan keluhan dari masyarakat terkait kendala teknis saat penggunaan.
Aplikasi yang diluncurkan pemerintah daerah ini bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan publik, khususnya dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor. Dengan sistem digital, masyarakat tidak lagi harus datang ke kantor Samsat, sehingga diharapkan dapat menghemat waktu dan biaya transportasi.
Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono, mengakui manfaat tersebut. “Kemarin saya baru saja masih bisa membayar melalui E-Pahari, malah lebih mudah karena tidak perlu mendatangi kantor Samsat maupun Samsat keliling,” ujarnya, Jumat (27/3).
Menenurutnya, kemudahan ini menjadi langkah maju dalam transformasi digital pelayanan publik. Namun, ia menilai wajar jika dalam tahap awal masih ditemukan sejumlah kekurangan, terutama berkaitan dengan jaringan internet dan kesiapan sistem aplikasi yang belum sepenuhnya stabil.
“Jika ada kelemahan, mungkin itu aplikasi lewat handphone bisa saja akibat sinyal maupun sistem yang kurang sempurna karena baru saja diluncurkan,” tambah Purdiono.
Purdiono pun mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Tengah untuk segera melakukan evaluasi dan pembenahan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan agar aplikasi dapat digunakan secara merata, termasuk di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan jaringan.
Ia berharap ke depan E-Pahari semakin optimal dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, warga di daerah terpencil tetap bisa menikmati kemudahan pembayaran pajak tanpa harus pergi ke kota, selama tersedia akses internet yang memadai.(chi/*)












