Kalimantan TengahUtama

Polda Kalteng Memperpanjang Operasional Sejumlah Pos

470
×

Polda Kalteng Memperpanjang Operasional Sejumlah Pos

Sebarkan artikel ini
PERKETAT ARUS BALIK : Kepolisian memperketat penjagaan jalur arus balik Lebaran di Kalimantan Tengah, guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dan potensi gangguan kamtibmas. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Langkah Antisipasi Risiko Puncak Arus Balik Lebaran 2026

PALANGKA RAYA – Menjelang berakhirnya Operasi Ketupat Telabang 2026, kepolisian memfokuskan pengamanan pada arus balik dan destinasi wisata. Sejumlah titik rawan di Kalimantan Tengah (Kalteng) diputuskan tetap dijaga dengan perpanjangan pos pengamanan guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Memasuki hari-hari terakhir pelaksanaan Operasi Ketupat, perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi perhatian serius kepolisian. Evaluasi dilakukan melalui video conference yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui zoom meeting. Fokusnya pada pemantauan pergeseran aktivitas masyarakat dari arus mudik ke arus balik serta peningkatan kunjungan ke lokasi wisata.

Dalam arahannya, Kapolri menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel di lapangan menghadapi potensi kerawanan baru. Jika sebelumnya pengamanan terpusat pada kelancaran arus mudik, kini pola pengamanan bergeser pada pengendalian arus balik dan pengawasan titik-titik keramaian yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas maupun kecelakaan lalu lintas.

Menindaklanjuti hal tersebut, Polda Kalteng mengambil langkah strategis dengan memperpanjang operasional sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Kebijakan ini diterapkan meski Operasi Ketupat 2026 secara resmi dijadwalkan berakhir pada 25 Maret 2026 pukul 00.00 WIB.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan, perpanjangan pos difokuskan pada wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. “Di antaranya Kabupaten Kapuas sebagai jalur lintasan utama pemudik dari arah Banjarmasin menuju berbagai wilayah di Kalteng, diprediksi kembali padat saat arus balik berlangsung,” katanya, Selasa (24/3/2026).

Selain itu, wilayah Kotawaringin Barat juga menjadi perhatian khusus menyusul peningkatan signifikan mobilitas masyarakat melalui transportasi laut dan udara. “Sementara itu, Sampit dan Kota Palangka Raya juga termasuk dalam prioritas pengamanan karena tingginya aktivitas masyarakat dan potensi keramaian di pusat kota maupun objek wisata,” kata Iwan Kurniawan.

Guna menekan potensi gangguan keamanan dan kemacetan, jajaran kepolisian diperintahkan meningkatkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Langkah tersebut meliputi intensifikasi patroli, pengaturan lalu lintas, serta pengamanan di pusat-pusat keramaian. Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kamtibmas tetap kondusif selama fase arus balik hingga pasca Operasi Ketupat 2026.

“Jadi patroli ditingkatkan, kemudian pengaturan lalu lintas juga ditingkatkan, pengamanan-pengamanan di tempat-tempat pusat keramaian juga ditingkatkan,” ungkap kapolda.

Selain itu, sinergisitas dengan berbagai instansi terkait terus diperkuat untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan selama periode Lebaran.

Kapolda juga menekankan pentingnya kesiapan personel dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Ia memastikan seluruh jajaran telah disiagakan untuk menghadapi lonjakan arus balik.

Kapolda mengaku optimistis dengan adanya langkah-langkah tersebut arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. “Dukungan masyarakat dalam menjaga ketertiban juga menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang kondusif. Mari wujudkan tema mudik aman, keluarga bahagia dengan kerja nyata di lapangan,” pungkasnya. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *