Utama

‎Tiket Diduga Palsu, Calon Penumpang di Pelabuhan Sampit Gagal Mudik

455
×

‎Tiket Diduga Palsu, Calon Penumpang di Pelabuhan Sampit Gagal Mudik

Sebarkan artikel ini
Calon penumpang kapal laut di Pelabuhan Sampit, Zainal Arifin saat menunjukkan tiketnya yang diduga palsu, Rabu (11/3/2026). FOTO APRI

‎SAMPIT – Niat untuk pulang ke kampung halaman harus tertunda bagi Zainal Arifin, salah seorang calon penumpang kapal laut di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ia terpaksa membatalkan keberangkatan setelah tiket yang dibawanya tidak dapat diproses dan diduga merupakan tiket palsu.
‎
‎Zainal sebelumnya dijadwalkan berangkat menuju Surabaya menggunakan kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU), KM Kirana III, pada Rabu (11/3/2026) pukul 09.00 WIB dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
‎
‎Namun saat menjalani proses pemeriksaan dan check-in di pelabuhan, petugas tidak dapat memverifikasi tiket yang ia pegang. Barcode pada tiket tersebut tidak terbaca oleh sistem sehingga tiket dinyatakan tidak valid.
‎
‎“Petugas bilang barcode di tiketnya tidak bisa terbaca,” ujar Zainal saat ditemui di Pelabuhan Sampit.
‎
‎Ia mengaku membeli tiket tersebut sekitar dua pekan lalu melalui perantara setelah diarahkan oleh seorang temannya kepada penjual tiket. Zainal memilih cara tersebut karena tempat tinggalnya berada cukup jauh dari Kota Sampit yakni di Desa Sebabi, Kecamatan Telawang.
‎
‎“Saya beli sekitar dua minggu lalu seharga Rp480 ribu. Karena saya tinggal di Desa Sebabi, jadi minta tolong teman untuk membelikan,” katanya.
‎
‎Menurutnya, harga yang ditawarkan sama dengan harga resmi di agen sehingga ia tidak menaruh kecurigaan. Apalagi, selama ini ia selalu membeli tiket melalui agen resmi dan tidak pernah mengalami masalah serupa.
‎
‎Akibat kejadian tersebut, Zainal bersama dua calon penumpang lainnya tidak dapat berangkat sesuai jadwal keberangkatan kapal.
‎
‎“Katanya tadi sudah lewat waktunya, jadi tidak bisa lagi ikut berangkat,” ucapnya.
‎
‎Meski demikian, Zainal masih berupaya mencari alternatif perjalanan lain agar tetap bisa pulang ke kampung halaman. Ia berencana mencoba mencari tiket melalui rute lain jika masih tersedia.
‎
‎“Rencananya mau coba lewat Semarang kalau masih ada tiket,” tambahnya.
‎
‎Sementara itu, di Pelabuhan Sampit tercatat sekitar 10 calon penumpang yang diketahui membawa tiket yang diduga palsu. Dari jumlah tersebut, tujuh orang memilih membeli tiket baru di loket resmi agar tetap dapat melanjutkan perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *