Utama

Ketua Posyandu Sebut Kelalaian Penerima MBG

427
×

Ketua Posyandu Sebut Kelalaian Penerima MBG

Sebarkan artikel ini
MENJELASKAN: Ketua Kader Posyandu Harum Manis Isnainiyah menjelaskan dugaan keracunan makan bergizi gratis di Posyandu Harum Manis, Kelurahan Panarung, Kota Palangka Raya, Jumat (6/2/2026) lalu. RICKY THEODORUS/RADAR KALTENG

Dugaan Penyebab 16 Orang Keracunan Makan Bergizi Gratis di Harum Manis

PALANGKA RAYA – Sebanyak 16 orang dilaporkan mengalami dugaan keracunan usai menyantap paket makanan dari program makan bergizi gratis alias MBG di Posyandu Harum Manis, Kelurahan Panarung, Kota Palangka Raya, Kamis malam (5/2/2026). Enambelas orang itu terdiri dari balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Berdasarkan data dihimpun, terdapat 16 warga yang diduga keracunan MBG 3B, yang terdiri dari 12 orang mengalami gejala ringan, 4 pasien yang sempat dirawat di rumah sakit berbeda, diantaranya 1 ibu hamil, 1 ibu menyusui, 1 balita dan 1 anak umur 7 tahun.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Kader Posyandu Harum Manis Isnainiyah membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, kejadian tersebut murni kelalaian penerima manfaat. “Dari 102 penerima manfaat, 16 orang yang mengalami gejala seperti pusing dan muntah-muntah,” ungkapnya saat ditemui awak media, Jumat (6/2/2026) lalu.

Pihaknya menerima informasi awal saat salah satu penerima manfaat menghubungi secara pribadi. Diketahui bahwa 16 orang yang mengalami gejala tersebut mengonsumsi menu MBG di atas waktu yang dianjurkan. “Saya tanya dan minta mereka jujur. Rata-rata bilang makan di atas jam 1 sampai jam 3 siang. Di atas waktu yang dianjurkan,” jelasnya.

Isnainiyah mengakui, ini kali pertama terjadi laporan gejala-gejala seperti itu, sejak program MBG 3B di Posyandu Harum Manis ini berjalan 8 Januari 2026. Menu makanan sendiri berupa telur mata sapi, saus asam manis, tumis buncis, kacang dan jagung serut, serta buah melon.

“Padahal kami semua makan, termasuk kader posyandu. Tapi tidak ada mual atau muntah-muntah. Setelah ditanya ternyata warga ini mengonsumsi MBG-nya terlalu lama,” lanjutnya.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya selalu mengingatkan agar menu MBG segera disantap usai menerima manfaat. “Saat membagikan, kami selalu mengingatkan agar segera dimakan. Karena kita tahu sendiri, apalagi makanan basah pasti cepat berubah rasa,” ungkap Isnainiyah. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *