Utama

Tujuh Orang Terindikasi Keracunan MBG di Posyandu

747
×

Tujuh Orang Terindikasi Keracunan MBG di Posyandu

Sebarkan artikel ini
Riduan, Kadinkes Palangka Raya.
  • Empat Masih Dirawat di Rumah Sakit
  • Diduga Makanan Dibawa Pulang ke Rumah

PALANGKA RAYA – Dugaan keracunan makanan dalam program makan bergizi gratis (MBG) terjadi di Posyandu Harum Manis, Kota Palangka Raya. Tujuh orang terdampak dan empat di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit (RS).

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan membenarkan insiden tersebut. “Ya memang benar. Informasi yang kami terima ada tujuh orang. Dari jumlah itu, empat orang harus dirawat di RS. Sementara tiga lainnya tidak memerlukan perawatan lanjutan,” kata Riduan, Jumat (6/2/2026).

Riduan menjelaskan, makanan MBG tersebut diantar ke posyandu sekitar pukul 10.00 WIB. Namun makanan tersebut tidak langsung dikonsumsi di lokasi. Diduga dibawa pulang terlebih dahulu oleh penerima manfaat MBG.

“Intinya peran Dinas Kesehatan adalah memastikan program MBG ini sampai kepada kelompok penerima manfaat atau KPM, seperti balita, ibu hamil, dan anak sekolah. Selain itu, kami juga memastikan seluruh dapur MBG sudah memiliki sertifikat laik higiene dan sanitasi,” ujarnya.

Terkait menu makanan yang diduga menyebabkan keracunan, Riduan mengaku tidak mengetahui secara detail. Karena kewenangan penentuan menu berada di dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai wilayah masing-masing.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Palangka Raya telah mengecek langsung ke dapur MBG untuk memastikan kelengkapan perizinan dan sertifikasi. Selain itu, pihaknya juga akan mengunjungi rumah sakit tempat para korban dirawat.

“Kami pastikan para korban mendapatkan layanan kesehatan yang optimal. Kami juga akan turun langsung ke rumah sakit untuk melihat kondisi mereka,” tegas Riduan tanpa menyebut nama rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Albert Tombak menegaskan, Pemerintah Kota Palangka Raya tidak ingin berspekulasi terkait penyebab kejadian tersebut. “Kami tidak men-justice siapa pun. Fokus kami saat ini memastikan korban tertangani dengan baik dan meminimalkan risiko agar kejadian serupa tidak terulang ke depan,” katanya, kemarin.

Menurut Arbert, Pemko Palangka Raya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk terus memantau perkembangan kondisi para pasien. Juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan pelaksanaan program MBG tetap berjalan aman dan tepat sasaran. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *