Palangka Raya

Palangka Raya Masuk 10 Besar Kota Berkelanjutan Nasional

294
×

Palangka Raya Masuk 10 Besar Kota Berkelanjutan Nasional

Sebarkan artikel ini
FOTO : Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kota Palangka Raya berhasil masuk jajaran 10 besar kota terbaik di Indonesia dalam program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Cities 2025.

Dalam pemeringkatan tersebut, Kota Palangka Raya meraih skor 65,16 dan dikategorikan sebagai “The Encourager”. Ini merupakan predikat yang diberikan kepada daerah yang dinilai aktif mendorong percepatan implementasi pembangunan berkelanjutan secara inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen tinggi Pemko Palangka Raya dalam mengakselerasi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di berbagai sektor pembangunan.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurut dia, keberhasilan masuk 10 besar nasional merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran perangkat daerah serta dukungan masyarakat Palangka Raya.

“Kami sangat bersyukur atas pencapaian sebagai 10 besar terbaik nasional dalam kategori The Encourager. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bukti bahwa arah pembangunan Kota Palangka Raya sudah berada di jalur yang tepat,” kata Fairid, Kamis (5/2/2026).

Ia menegaskan, capaian ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang konsisten dalam menerapkan prinsip-prinsip SDGs ke dalam setiap kebijakan dan program pembangunan daerah.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan program pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Program I-SIM for Cities 2025 sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas, PT Surveyor Indonesia, dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Proses penilaian dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan aspek tata kelola lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pembangunan sosial yang inklusif.

Ke depan, Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut melalui penguatan infrastruktur ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang lebih baik, serta optimalisasi layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *