FeaturePeristiwa

Diduga Depresi, Saat Hanyut Melawan Penolong

990
×

Diduga Depresi, Saat Hanyut Melawan Penolong

Sebarkan artikel ini
PENYELAMATAN: Petugas Basarnas berusaha menyelamatkan wanita yang hanyut di Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis sore (18/12/2025). FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

Drama Penyelamatan Seorang Wanita di Sungai Mentaya

Detik-detik menegangkan terjadi di Sungai Mentaya, tepatnya di kawasan Jalan Usman Harun, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (18/12/2025). Seorang wanita ditemukan hanyut di tengah arus sungai dan nyaris kehilangan nyawa sebelum akhirnya berhasil diselamatkan petugas.

PERISTIWA itu bermula dari teriakan minta tolong yang terdengar dari arah sungai. Teriakan tersebut langsung mengundang perhatian petugas Basarnas Sampit yang tengah bersiaga di sekitar lokasi.

Salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) Basarnas Sampit Yudi Aritonang mengungkapkan, dirinya segera melakukan pengecekan setelah mendengar suara minta tolong tersebut. ‎“Kami mendengar teriakan dari arah sungai, lalu langsung bergerak mendekat untuk memastikan,” kata Yudi, Jumat (19/12/2025).

Saat pertama kali terlihat, wanita tersebut sudah berada di tengah arus Sungai Mentaya dan terus terseret menjauh dari tepian. Warga sekitar memperkirakan korban telah hanyut sejauh kurang lebih 50 meter dari titik awal sebelum akhirnya didekati menggunakan perahu karet.

Proses penyelamatan berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Korban justru menunjukkan perilaku agresif dan berulang kali menolak untuk dievakuasi. Kondisi itu memaksa petugas mengambil langkah cepat demi mencegah situasi semakin berbahaya.

“Korban tidak kooperatif, menolak ditolong, bahkan sempat menggigit saat kami berusaha mengamankannya. Karena itu, petugas terpaksa turun langsung ke sungai dengan pelampung pengaman,” ungkap Yudi.

Setelah perjuangan cukup panjang, korban akhirnya berhasil dievakuasi ke daratan. Namun kondisi kejiwaannya masih belum stabil. Ia terus berteriak dan berbicara tidak terarah, sehingga langsung diamankan untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, wanita tersebut bukan penduduk setempat dan diketahui berasal dari Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Dugaan sementara, korban tengah mengalami depresi atau tekanan psikologis akibat persoalan pribadi.

Dari informasi di lapangan juga menyebutkan adanya permasalahan hubungan asmara yang diduga melatarbelakangi kejadian tersebut, meski hal itu masih perlu pendalaman lebih lanjut. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *