PeristiwaUtama

Mayat Misterius di Pantai Ujung Pandaran

1175
×

Mayat Misterius di Pantai Ujung Pandaran

Sebarkan artikel ini
MAYAT MISTERIUS: Nelayan Desa Ujung Pandaran memikul mayat misterius di laut Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotim, Jumat (10/10/2025) pagi. FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

Ada Dua Kecelakaan Kapal di Daerah Kotim Diduga Korban Tugboat Datine 138

SAMPIT – Para nelayan Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), digemparkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di laut, Jumat (10/10/2025) pagi. Hingga kini, identitas korban masih misterius, dan sedang dalam penyelidikan aparat berwenang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian dari hasil visum awal dan koordinasi dengan tim SAR gabungan.

“Informasi sementara ya jadi belum A1 betul. Jadi, apakah jenazah yang ditemukan nelayan di laut ini adalah korban dari kecelakaan yang menimpa Tugboat Datine 138? Masih perlu dipastikan lagi,” kata Multazam, kemarin.

Dia menjelaskan, di lokasi kejadian ternyata terdapat dua peristiwa kecelakaan kapal. “Ternyata di TKP itu ada dua kejadian kecelakaan kapal. Ada tugboat yaitu tiga orang dan ada vessel itu satu orang,” tambahnya.

Jenazah yang ditemukan nelayan langsung dievakuasi ke Puskesmas Teluk Sampit untuk pemeriksaan awal. Aparat penegak hukum sudah berada di lokasi. Sementara tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban lainnya di sekitar perairan Ujung Pandaran.

“BPBD juga sedang menuju lokasi, sekaligus menetapkan posko di Ujung Pandaran untuk penjagaan di bibir pantai hingga beberapa mil ke tengah laut,” ujar Multazam.

Sebelumnya, Tugboat Datine 138 yang berangkat dari Pelabuhan Sampit menuju Kapuas Senin (6/10/2025) membawa empat orang awak. Kapal tersebut tenggelam setelah mengalami kebocoran Selasa (7/10/2025) dini hari.

Diketahui kapten kapal Ode (61), berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat setelah terapung menggunakan pelampung. Sementara tiga ABK lainnya, yakni Pujiono (kepala kamar mesin), Cahyo (juru mudi) dan Agus (pengawal), masih dalam pencarian.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah yang ditemukan nelayan belum dipastikan identitasnya. Tim SAR bersama BPBD dan aparat terkait terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan keberadaan para korban. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *