Isen MulangKalimantan Tengah

Karakteristik Lahan jadi Tantangan Utama Pengembangan Pertanian

231
×

Karakteristik Lahan jadi Tantangan Utama Pengembangan Pertanian

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo. Foto: IST

PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Edy Pratowo menegaskan, komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dalam mendukung ketahanan pangan nasional. 

Menurutnya, pembangunan sektor pertanian tidak dapat berjalan secara parsial, perlu adanya kolaborasi antara Pemerintah, dunia usaha, akademisi, mahasiswa serta petani, agar program cetak sawah dan optimasi lahan benar-benar berdampak positif dan berkelanjutan. 

Selain itu, Wagub Edy menjelaskan, adanya tantangan dalam pengembangan pertanian di Kalteng, yakni karakteristik lahan, baik lahan rawa maupun lahan gambut. 

Untuk itu, Pemerintah Daerah menekankan perlunya pendekatan ilmiah berbasis riset serta penerapan teknologi tepat guna, agar sektor pertanian dapat tumbuh tanpa merusak ekosistem. 

“Kami memastikan pembangunan pertanian di Kalteng dilakukan dengan pendekatan ilmiah. Lahan rawa dan gambut tidak bisa diperlakukan seperti lahan di jawa. Karena itu, kami melibatkan akademisi dan lembaga riset dalam perencanaan,” kata Wagub Edy saat menjadi panelis dalam acara CNN Indonesia Newsroom di Audiotorium Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Pemprov Kalteng sendiri telah membentuk Satuan Pangan yang bertugas untuk mengawal pelaksanaan cetak sawah dan optimasi lahan. Sekaligus menjadi penghubung antara Pemerintah Daerah, masyarakat dan sektor swasta. 

“Satuan pangan kami bentuk agar pelaksanaan di lapangan terkoordinasi dan terpantau. Kami ingin memastikan, bahwa setiap hektare lahan yang digarap memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan,” jelas Wagub Edy. 

Melalui langkah tersebut, Kalteng menegaskan, perannya sebagai lumbung pangan baru Indonesia serta menunjukan model pembangunan pertanian yang berkelanjutan, inklusif dan berbasis kearifan lokal. (ter/abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *