Politik

DPR Ingatkan Pemerintah Tolak Kehadiran Atlet Israel Berlaga

213
×

DPR Ingatkan Pemerintah Tolak Kehadiran Atlet Israel Berlaga

Sebarkan artikel ini
FOTO : NET

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mendesak pemerintah bersikap tegas terhadap keikutsertaan atlet Israel dalam ajang World Artistic Gymnastics Championships 2025 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta, pada 19-25 Oktober 2025. Ia menekankan, pelaku genosida brutal terhadap warga Gaza, Palestina, tidak pantas diberi panggung dalam ajang olahraga internasional.

“Izin bagi atlet Israel untuk bertanding di tanah air tidak hanya berpotensi menimbulkan polemik publik, tetapi juga mencederai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan,” kata Sukamta kepada wartawan, Rabu (8/10).

Sukamta menegaskan, pemerintah harus menunjukkan sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, berpihak pada kemanusiaan, dan sesuai amanat konstitusi. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak kembali kebobolan dalam soal keikutsertaan Israel di ajang olahraga internasional.

Menurutnya, sejak awal kemerdekaan Indonesia telah konsisten menolak penjajahan dan mendukung kemerdekaan Palestina, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

“Sejarah juga mencatat konsistensi tersebut. Pada 1958, Indonesia memilih mundur dari babak kualifikasi Piala Dunia agar tidak harus bertanding melawan Israel,” ujar Sukamta.

Ia melanjutkan, pada Asian Games 1962, Indonesia juga menolak memberikan visa kepada delegasi Israel dan Taiwan (ROC). Meskipun sempat menimbulkan ketegangan internasional, langkah tersebut menegaskan prinsip anti-penjajahan Indonesia. 

Konsistensi itu, lanjut Sukamta, berulang di era modern ketika FIFA mencabut hak Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023 karena penolakan publik terhadap kehadiran tim nasional Israel.

Sukamta menegaskan, dalam situasi genosida di Gaza, kehadiran atlet Israel di Indonesia akan mencederai moral bangsa. Ia menyoroti laporan United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UN OCHA) dan Kementerian Kesehatan Gaza yang mencatat hingga 1 Oktober 2025, sedikitnya 66.148 warga Palestina tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak.

SUMBER : JAWA.POS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *