PeristiwaUtama

93 Jiwa dari 24 KK Kehilangan Tempat Tinggal

977
×

93 Jiwa dari 24 KK Kehilangan Tempat Tinggal

Sebarkan artikel ini
MENGUNGSI : Korban kebakaran di Jalan Mendawai, Kota Palangka Raya yang mengungsi ke posko relawan memilih pakaian layak hasil donasi, serta seorang warga yang mengalami luka bakar, Minggu (22/2/2026). FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

Dampak Kebakaran Mendawai, Seorang Ayah Mengalami Luka Bakar

PALANGKA RAYA – Tercatat 93 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Jalan Mendawai, Komplek Sosial, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Minggu (22/2/2026). Para korban itu mengungsi di posko relawan yang disediakan warga setempat. Wajah para korban terdampak terlihat lesu karena belum dapat istirahat dengan layak.

Ketua RT 01/RW 07 Muryadi mengatakan, ada tiga hingga empat kepala keluarga yang mengungsi di posko tersebut. “Sebagian ada yang mengungsi ke tempat kerabat. Ada juga yang saya tampung di rumah saya karena keluarga sendiri,” ucapnya saat ditemui di posko relawan, kemarin.

Secara keseluruhan, kebakaran tersebut berdampak pada 24 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 93 jiwa. Kebakaran itu begitu hebat, hingga meludeskan 10 rumah serta belasan bangunan dari RT 01 hingga RT 05 terdampak.

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 16.45 WIB Sabtu (21/2/2026). Muryadi menceritakan, saat kejadian warga sekitar sempat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Namun tak sanggup karena api begitu cepat merambat. “Karena tidak sanggup lagi kalau sudah besar, akhirnya kejadiannya sampai besar,” jelas Muryadi.

Ia berharap penanganan pascakebakaran ini dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. “Harapannya para korban bisa cepat ditangani dan kondisi seperti ini bisa segera dipulihkan,” harapnya.

Sementara salah satu korban yang sempat mengalami luka bakar, Suriansyah, menceritakan saat kejadian, dia sedang berada di luar rumah. Kobaran api tiba-tiba membesar dengan sangat cepat dan melahap sejumlah rumah di sekitarnya. Suriansyah yang teringat anaknya ada dalam rumah, akhirnya masuk dan mencoba mencari ke dalam yang sedang ada kobaran api.

“Saya nekad masuk dalam rumah ketika itu oleh teringat ada anak saya di dalam rumah. Saat saya cari, api sudah menjalar ke seluruh ruangan. Karena tidak bisa sampai ke dapur, saya kembali keluar. Ternyata anak saya sudah diselamatkan tetangga,” ungkapnya.

Aksi nekad ayah satu anak itu berbuah luka bakar di tangan hingga leher sebelah kiri. Ia sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.

Saat ini, warga korban kebakaran tengah menempati penampungan sementara di Posko Kebakaran Posyandu Terpadu Mutiara Hati. Bantuan dari Pemerintah Kota Palangka Raya pun sudah mulai disalurkan berupa kebutuhan bahan pokok dan pakaian layak pakai. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *