Kotawaringin Barat

Petani Desa Sambut Bahagia Bantuan Alsintan

86
×

Petani Desa Sambut Bahagia Bantuan Alsintan

Sebarkan artikel ini
PENYERAHAN : Bantuan alsintan diserahterimakan kepada petani penerima. (FOTO : FIT)

Petani Desa Sambut Bahagia Bantuan Alsintan

PANGKALAN BUN – Sejumlah petani desa di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyambut penuh bahagia penyaluran ratusan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Halaman Dinas Pertanian Kobar, Selasa (10/2/2026). Bantuan alsintan ini bersumber dari APBD Provinsi yang baru saja diterima secara lengkap oleh dinas terkait pada bulan Januari 2026.

Adapun rincian jenis alsintan berupa 1 unit excavator, 2 unit traktor roda crawler, 13 unit traktor perahu, 12 unit cultivator, 3 unit angkutan roda tiga (Tosa), 30 unit mesin potong rumput, 50 unit electric hand sprayer, 1 unit combine harvester, dan 6 unit power thresher multiguna.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kobar, Kris Budi Hastuti mengatakan, terkhusus alsintan combine harvester sudah diserahkan terlebih dahulu kepada UPJA Mulia Jaya, Desa Palih Baru Kecamatan Kotawaringin Lama. Kini, alsintan itu sukses dimanfaatkan untuk kegiatan panen padi.

“Bantuan alsintan ini menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian, sekaligus mendukung kebijakan nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan dan percepatan swasembada melalui modernisasi pertanian,” ucapnya.

Tak hanya pengadaan Provinsi, pada hari tersebut juga diterima bantuan alsintan dari sumber APBN melalui Kementerian Pertanian RI yang diserahkan langsung Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc. Disebutkan Kris, bantuan alsintan dari APBN ini diantaranya ada 4 unit TR2, 35 unit pompa air portabel, dan 2 unit perontok padi.

“Selain itu, ada 1 unit drone sprayer kepada UPJA Sri Rejeki di Desa Berambai Makmur yang bisa digunakan untuk pemupukan, pengendalian hama penyakit, dan aplikasi teknologi lainnya. Dan, bantuan Brigade Pangan Angkasa Tani sebanyak 1 unit TR4, 2 unit TR2 crawler, dan 4 unit TR2 rotary,” sebutnya.

Secara keseluruhan, bantuan alsintan diserahkan kepada 122 kelompok penerima dari kelompok tani, Gapoktan, UPJA, dan KWT yang tersebar ke 54 desa di setiap Kecamatan. Di samping itu, para penerima pun siap didampingi penyuluh pertanian, agar alsintan yang diterima dapat digunakan secara maksimal.

“Bagi kelompok tani yang belum mempunyai operator terlatih akan mendapat pelatihan. Jadi, setiap pengadaan alat, apalagi alat yang perlu penanganan khusus, maka kewajiban penyedia untuk melatih operator pertanian,” imbuh Kris.

Kris turut berpesan, kiranya alsintan ini mampu dimanfaatkan sesuai peruntukan dan dirawat secara berkala sehingga pemakaiannya berumur panjang. Ia menambahkan, apabila sedang tidak dipakai, boleh dipinjamkan ke poktan lain yang tidak menerima bantuan dengan ketentuan dan syarat.

“Yang penting, jangan dijual atau dipindahtangankan. Alsintan ini adalah senjata mereka untuk mencari nafkah harian, kalau sampai dijual kan kebangetan, tentu bukan ranah kami lagi, tapi aparat penegak hukum,” tegas Kris.

Para penerima diperingatkan adanya konsekuensi yang ditanggung bila terbukti memperjual belikan alsintan, mulai dari blacklist, sanksi administratif sampai jeratan pidana. Distan Kobar sangat selektif terhadap calon penerima. Pihaknya memprioritaskan bagi kelompok tani yang dinilai aktif dan paling membutuhkan.

“Jangan sampai kena blacklist atau dicatat sebagai penerima bermasalah. Efeknya bisa kemana-mana. Kami berkewenangan menarik dan memindahkan kepada yang lebih berhak,” tandas Kris.

Distan Kobar berharap, bantuan alsintan ini menjawab kebutuhan petani terhadap sarana modernisasi pertanian. Dengan menekan biaya alat produksi, produktivitas pertanian optimistis meningkat dan kesejahteraan para petani semakin membaik di Kabupaten Kobar.

(fit)- Sejumlah petani desa di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyambut penuh bahagia penyaluran ratusan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Halaman Dinas Pertanian Kobar, Selasa (10/2/2026). Bantuan alsintan ini bersumber dari APBD Provinsi yang baru saja diterima secara lengkap oleh dinas terkait pada bulan Januari 2026.

Adapun rincian jenis alsintan berupa 1 unit excavator, 2 unit traktor roda crawler, 13 unit traktor perahu, 12 unit cultivator, 3 unit angkutan roda tiga (Tosa), 30 unit mesin potong rumput, 50 unit electric hand sprayer, 1 unit combine harvester, dan 6 unit power thresher multiguna.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kobar, Kris Budi Hastuti mengatakan, terkhusus alsintan combine harvester sudah diserahkan terlebih dahulu kepada UPJA Mulia Jaya, Desa Palih Baru Kecamatan Kotawaringin Lama. Kini, alsintan itu sukses dimanfaatkan untuk kegiatan panen padi.

“Bantuan alsintan ini menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian, sekaligus mendukung kebijakan nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan dan percepatan swasembada melalui modernisasi pertanian,” ucapnya.

Tak hanya pengadaan Provinsi, pada hari tersebut juga diterima bantuan alsintan dari sumber APBN melalui Kementerian Pertanian RI yang diserahkan langsung Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc. Disebutkan Kris, bantuan alsintan dari APBN ini diantaranya ada 4 unit TR2, 35 unit pompa air portabel, dan 2 unit perontok padi.

“Selain itu, ada 1 unit drone sprayer kepada UPJA Sri Rejeki di Desa Berambai Makmur yang bisa digunakan untuk pemupukan, pengendalian hama penyakit, dan aplikasi teknologi lainnya. Dan, bantuan Brigade Pangan Angkasa Tani sebanyak 1 unit TR4, 2 unit TR2 crawler, dan 4 unit TR2 rotary,” sebutnya.

Secara keseluruhan, bantuan alsintan diserahkan kepada 122 kelompok penerima dari kelompok tani, Gapoktan, UPJA, dan KWT yang tersebar ke 54 desa di setiap Kecamatan. Di samping itu, para penerima pun siap didampingi penyuluh pertanian, agar alsintan yang diterima dapat digunakan secara maksimal.

“Bagi kelompok tani yang belum mempunyai operator terlatih akan mendapat pelatihan. Jadi, setiap pengadaan alat, apalagi alat yang perlu penanganan khusus, maka kewajiban penyedia untuk melatih operator pertanian,” imbuh Kris.

Kris turut berpesan, kiranya alsintan ini mampu dimanfaatkan sesuai peruntukan dan dirawat secara berkala sehingga pemakaiannya berumur panjang. Ia menambahkan, apabila sedang tidak dipakai, boleh dipinjamkan ke poktan lain yang tidak menerima bantuan dengan ketentuan dan syarat.

“Yang penting, jangan dijual atau dipindahtangankan. Alsintan ini adalah senjata mereka untuk mencari nafkah harian, kalau sampai dijual kan kebangetan, tentu bukan ranah kami lagi, tapi aparat penegak hukum,” tegas Kris.

Para penerima diperingatkan adanya konsekuensi yang ditanggung bila terbukti memperjual belikan alsintan, mulai dari blacklist, sanksi administratif sampai jeratan pidana. Distan Kobar sangat selektif terhadap calon penerima. Pihaknya memprioritaskan bagi kelompok tani yang dinilai aktif dan paling membutuhkan.

“Jangan sampai kena blacklist atau dicatat sebagai penerima bermasalah. Efeknya bisa kemana-mana. Kami berkewenangan menarik dan memindahkan kepada yang lebih berhak,” tandas Kris.

Distan Kobar berharap, bantuan alsintan ini menjawab kebutuhan petani terhadap sarana modernisasi pertanian. Dengan menekan biaya alat produksi, produktivitas pertanian optimistis meningkat dan kesejahteraan para petani semakin membaik di Kabupaten Kobar.

(fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *