Utama

Marak Kejahatan Siber, Polresta Edukasi Literasi Digital

258
×

Marak Kejahatan Siber, Polresta Edukasi Literasi Digital

Sebarkan artikel ini
Foto:  Kombes Pol Dedy Supriadi

PALANGKA RAYA – Tren kejahatan siber kian mengkhawatirkan dan menyasar semua lapisan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Polresta Palangka Raya menggencarkan kampanye masif literasi digital sebagai benteng awal pencegahan penipuan online.

Maraknya penipuan berbasis digital, mulai dari phishing, penipuan berkedok hadiah, hingga pembajakan akun media sosial, menjadi perhatian serius kepolisian. Polresta Palangka Raya menilai meningkatnya aktivitas online masyarakat turut dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.

Melalui unggahan akun resmi sosial media Polresta Palangka Raya, Kapolresta Kombes Pol Dedy Supriadi merilis panduan strategis pencegahan kejahatan siber yang disosialisasikan secara luas. Panduan ini ditujukan agar masyarakat lebih waspada dan tidak mudah terjebak modus penipuan digital yang terus berkembang.

Salah satu pesan utama dalam kampanye tersebut dikemas melalui edukasi bertajuk Jangan Asal Klik. Pesan tersebut menekankan pentingnya kehati-hatian pengguna gadget saat menerima tautan, pesan singkat, maupun panggilan tidak dikenal yang berpotensi mengandung unsur penipuan.

Kapolresta menegaskan, kewaspadaan individu menjadi kunci utama memutus mata rantai kejahatan digital. Menurutnya, pelaku kejahatan siber terus berinovasi mencari celah kelengahan korban.

“Keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan tidak terburu-buru dalam mengambil tindakan saat menerima pesan yang mencurigakan,” tegas Kombes Pol Dedy Supriadi.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat atau ingin melaporkan kejahatan, Polresta Palangka Raya menyediakan layanan Call Center 110 yang beroperasi 24 jam penuh dan bebas biaya. Kepolisian berharap, langkah ini dapat memperkuat kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks. (ter)

Tujuh poin utama yang wajib dipahami:

1. ​Abaikan Tautan Mencurigakan: Jangan pernah mengklik link dari sumber tidak dikenal, baik melalui SMS, WhatsApp, maupun media sosial.

2. ​Lindungi Data Pribadi: Kerahasiaan identitas dan data finansial adalah prioritas utama.

3.​ Aktivasi Autentikasi Dua Langkah (2FA): Menambah lapisan keamanan pada akun digital untuk mencegah peretasan.

4. ​Verifikasi Toko Online: Pastikan kredibilitas penjual sebelum melakukan transaksi pembayaran.

5. ​Logika Harga Pasar: Masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan tawaran harga murah yang tidak masuk akal.

6. ​Pemanfaatan Aplikasi Pelacak Nomor: Menggunakan teknologi untuk mengidentifikasi potensi nomor telepon penipu.

7. ​Saring Sebelum Sharing: Memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya guna mencegah penyebaran hoaks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *