PALANGKA RAYA – Kota Palangka Raya kembali diselimuti kabar duka, Rabu (21/1/2026). Salah satu putra terbaik yang pernah menjadi bagian dari denyut pemerintahan kota ini berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Dr Ir Mofit Saptono Subagio MP yang merupakan Wakil Wali (Wawali) Kota Palangka Raya periode 2013 sampai 2018 yang mendampingi Wali Kota HM Riban Satia, menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jakarta.
Kepergian almarhum bukan sekadar kehilangan seorang mantan pejabat daerah. Tapi kehilangan sosok pengabdi yang selama bertahun-tahun bekerja dalam senyap, rendah hati, dan penuh dedikasi. Palangka Raya kehilangan figur yang jejak pengabdiannya tidak selalu riuh terdengar, namun nyata terasa dalam perjalanan pembangunan dan pelayanan publik.
Informasi yang dihimpun, jenazah almarhum direncanakan akan diterbangkan menggunakan Garuda Indonesia ke Palangka Raya pada Kamis 22 Januari 2026, disalatkan di Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman Kota Palangka Raya, dan dimakamkan di tanah yang selama ini menjadi bagian dari pengabdiannya.
Mofit Saptono lahir di Yogyakarta pada 13 November 1965. Latar belakang akademiknya menjadi fondasi kuat dalam perjalanan kariernya. Ia menyelesaikan pendidikan doktor ilmu pertanian pada 2008, sebuah capaian yang mencerminkan komitmennya terhadap ilmu pengetahuan dan pembangunan sumber daya manusia.
Sebelum terjun ke dunia birokrasi dan pemerintahan, almarhum dikenal sebagai akademisi di Universitas Palangka Raya. Pada periode 1996 hingga 2000, ia menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Budidaya Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya.
Di lingkungan kampus, almarhum dikenal sebagai sosok yang disiplin, tekun, dan memiliki perhatian besar terhadap pengembangan generasi muda.
Puncak pengabdian almarhum di tingkat kota terjadi saat ia dipercaya mendampingi HM Riban Satia sebagai Wawali Kota Palangka Raya periode 2013 sampai 2018. Dalam masa jabatan tersebut, almarhum berperan aktif mendukung jalannya pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat.
Meski tidak selalu tampil di garis depan, kontribusinya dirasakan dalam berbagai aspek, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan, pembinaan aparatur, hingga perhatian terhadap sektor pendidikan dan kemasyarakatan. Rekan-rekan sejawat mengenang almarhum sebagai pemimpin yang tenang, komunikatif, dan lebih mengedepankan kerja nyata daripada sorotan publik.
Usai mengakhiri masa jabatan sebagai wawali kota, almarhum tetap melanjutkan pengabdiannya di daerah ini. Pada 2019, ia menjabat sebagai Kepala Bidang BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalteng.
Dalam peran tersebut, almarhum menunjukkan kepedulian besar terhadap isu kebencanaan dan keselamatan masyarakat, terutama di wilayah Kalteng yang rawan bencana alam.
Tidak berhenti di situ, ia juga sempat mengemban amanah sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, menandai konsistensinya dalam dunia pendidikan yang sejak awal telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Atas dedikasi dan pengabdiannya, almarhum menerima sejumlah penghargaan bergengsi. Pada tahun 2012, ia dianugerahi Satya Lencana Karya Satya XX dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan loyalitasnya kepada negara.
Selain itu, kiprahnya dalam gerakan pramuka juga mendapat pengakuan. Pada tahun 2016, almarhum menerima Lencana Darma Bakti Gerakan Pramuka dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka RI. Tiga tahun kemudian, pada 2019, ia kembali dianugerahi Lencana Melati Gerakan Pramuka, sebuah tanda jasa tertinggi di lingkungan pramuka atas dedikasi dan kontribusi luar biasa.
Kepergian Mofit Saptono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat, serta masyarakat Palangka Raya dan Kalteng pada umumnya. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang sederhana, bersahaja, dan teguh memegang nilai pengabdian.
Kini, Palangka Raya kembali menundukkan kepala, mengiringi kepergian salah satu putra terbaiknya dengan doa dan kenangan. Jejak pengabdian almarhum akan tetap hidup dalam ingatan, tertanam dalam institusi yang pernah ia layani, dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Selamat jalan Dr Ir Mofit Saptono Subagio MP. Terima kasih atas pengabdian dan keteladananmu untuk Palangka Raya dan Kalteng. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan. (ifa/ens)












