PALANGKA RAYA – Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menghangat seiring akan pensiunnya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kalteng Leonard S Ampung yang juga sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kalteng. Leonard sendiri akan memasuki masa purna tugas pada April 2026. Kondisi ini membuat proses penjaringan figur calon sekda definitif menjadi perhatian serius di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng.
Untuk dapat menduduki jabatan Sekda Kalteng, seorang aparatur sipil negara (ASN) minimal berpangkat Pembina Utama Muda (Golongan IV/c) atau setara, serta pernah menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama (Eselon II) atau setara. Sejumlah pejabat yang memenuhi kriteria tersebut kini disebut-sebut masuk dalam bursa calon Sekda Kalteng. Sempat muncul tiga nama calon sekda.
Salah satu nama yang mencuat adalah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul, yang dinilai memiliki pengalaman panjang di birokrasi dan pelayanan publik. Peraih penghargaan Dokter Teladan Provinsi Kalteng 1999 ini memulai kariernya sebagai Kepala Puskesmas Jelai (1997-2000), kemudian Kepala Puskesmas Kotawaringin Lama (2000-2001).
Kariernya berlanjut sebagai Pelaksana Harian Kepala Sub Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (2003-2004), lalu Kepala Puskesmas Sungai Rangit (2004-2006). Pada periode 2006-2008, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Suyuti kemudian dipercaya menjadi Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun selama hampir satu dekade (2008-2017).
Berlanjut, pada 2017-2018, Suyuti menjabat sebagai Direktur RSJ Kalawa Atei Provinsi Kalteng, lalu pada 2018 menjadi Plt Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Sejak 2018 hingga sekarang, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, sekaligus pernah merangkap sebagai Plt Direktur RSJ Kalawa Atei (2018) dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng (2019), dan sekarang kembali menjabat sebagai Plt Direktur RSUD dr Doris Sylvanus.
Menanggapi isu dirinya masuk bursa calon Sekda Kalteng, Suyuti memilih tidak banyak berkomentar. “Menurut saya karena hanya sebatas isu yang disampaikan salah satu media, saya tidak perlu menanggapi apa pun,” ucapnya singkat saat dikonfirmasi Radar Kalteng, Senin (19/1/2025).
Selain Suyuti, nama Agustan Saining, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, juga mencuat sebagai kandidat kuat. Agustan memiliki pangkat Pembina Utama Muda (IV/c) yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI pada Februari 2024.
Sebelum menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan sejak Agustus 2023, Agustan memiliki rekam jejak panjang di sektor kehutanan. Di antaranya sebagai Kepala Seksi Inventarisasi Data dan Pemetaan Hutan (2016-2017), Kepala Seksi Perencanaan dan Tata Hutan (2017-2019), serta Kepala Bidang Perencanaan Dishut Kalteng (2019-2021 dan 2022-2023).
Nama lain yang turut diperbincangkan adalah Mokhammad Hilman, pejabat yang baru dimutasi dari Provinsi Kalimantan Selatan. Kehadirannya di Kalteng dinilai membawa pengalaman lintas daerah. Saat ini, Hilman bertugas di Biro Hukum Setda Kalteng sebagai analis kebijakan.
Selain ketiga nama tersebut, sejumlah pejabat senior lainnya di lingkungan Pemprov Kalteng juga disebut-sebut masuk radar calon sekda definitif. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Pemprov Kalteng terkait mekanisme seleksi maupun jadwal pengisian jabatan sekda.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengaku belum dapat memberikan kepastian karena pembahasan internal belum dilakukan secara mendalam. “Enggak bisa jawab lah, kan belum diskusi kita panjang,” ujarnya.
Ia menegaskan, jabatan Sekda Kalteng idealnya diisi ASN dengan pangkat minimal Pembina Utama Madya (Golongan IV/d). Menurutnya, sekda harus mampu bekerja sama, mengakomodasi berbagai kepentingan, serta menciptakan tim kerja yang solid dan harmonis. “Karena jabatan sekda itu adalah jabatan yang diseniorkan di lingkungan ASN,” ungkapnya.
Sekda, lanjutnya, memiliki peran strategis sebagai motor penggerak birokrasi daerah dan koordinator seluruh perangkat daerah. “Gubernur menginginkan sosok sekda yang bisa bekerja sama, menjalin hubungan baik dengan semua pihak, dan menciptakan iklim kerja yang harmonis,” pungkasnya. (ifa/ens)












