Kotawaringin Timur

Api Hanguskan 6 Hektare Lahan di Ujung Pandaran

78
×

Api Hanguskan 6 Hektare Lahan di Ujung Pandaran

Sebarkan artikel ini
Api Hanguskan
Tampak dari atas terjadi kebakaran lahan di kawasan Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotim, Kamis (15/1/2025). Foto: BPBD Kotim For Radar Kalteng

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, api melahap lahan kosong seluas kurang lebih 6 hektare di kawasan Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kamis (15/1/2026)

‎Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengatakan laporan kebakaran pertama kali diterima sekitar pukul 12.25 WIB dari seorang relawan Dompet Peduli. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

‎“Begitu menerima informasi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD segera bergerak dan tiba di lokasi sekitar Pukul 15.07 WIB. Kami langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas ke area lain,” kata Multazam.

‎Lokasi kebakaran berada di RT 4 Desa Ujung Pandaran, sekitar dua kilometer dari Jalan Provinsi Ujung Pandaran–Sampit, tepatnya di wilayah yang dikenal sebagai daerah Prada. Kondisi lahan berupa gambut dan mineral, sehingga api dengan cepat menyebar, terlebih saat kejadian angin bertiup cukup kencang dan memicu asap tebal.

‎Multazam menjelaskan, berdasarkan kronologis awal di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh aktivitas masyarakat. Namun, faktor alam seperti angin kencang turut memperparah kondisi kebakaran.

“Angin yang cukup kuat membuat api cepat menjalar. Selain itu, keterbatasan akses darat dan minimnya sumber air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman,” ujarnya.

‎Dalam penanganan karhutla tersebut, BPBD Kotim melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim TRC BPBD Kotim sebanyak 16 personel, Polsek Jaya Karya, Koramil 1015/01 Mentaya Hilir Selatan, pemerintah desa setempat, Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Sampit, KPHP Menteng Selir, hingga pihak swasta.

‎Upaya pemadaman berlangsung hingga Pukul 17.00 WIB. Meski sebagian besar titik api berhasil dikendalikan, Multazam mengakui masih terdapat area yang belum sepenuhnya padam karena tidak dapat dijangkau melalui jalur darat.

‎“Untuk sementara, kami melakukan pemadaman di titik yang bisa dijangkau dan terus melakukan monitoring di segmen lain yang berpotensi menyala kembali,” jelasnya.

‎Menghadapi kondisi musim kemarau, Multazam mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

Ia meminta, pemerintah desa agar mulai menyiapkan peralatan pemadam kebakaran sederhana serta mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

‎“Kami mengajak, seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena risikonya sangat besar, baik bagi lingkungan maupun kesehatan,” tegas Multazam. (pri/abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *