PALANGKA RAYA – Juru Bicara Dapil I DPRD Kalimantan Tengah yang mencakup Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas, Agie menyampaikan, sejumlah aspirasi masyarakat Katingan terkait pengembangan sektor Ekonomi Kreatif dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Aspirasi tersebut fokus pada tiga poin utama regulasi tata niaga rotan, bantuan modal serta pelatihan, dan pendistribusian peralatan kerajinan anyaman.
“Masyarakat Katingan yang memiliki potensi besar dalam sektor rotan, menginginkan dukungan regulasi tata niaga yang lebih menguntungkan petani lokal,” ucapnya, Selasa (14/1/2026).
Hal ini sejalan dengan kondisi sebelumnya di mana kebijakan larangan ekspor rotan mentah dan setengah jadi yang berlaku sejak 2011 belum memberikan solusi optimal bagi para pelaku usaha di daerah penghasil rotan, termasuk Katingan. Masyarakat berharap regulasi yang ada dapat disesuaikan, agar petani lokal mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan dapat bersaing secara adil.
Selain regulasi, masyarakat juga mengajukan permintaan akan bantuan modal usaha serta pelatihan keterampilan, khususnya bagi ibu rumah tangga dan pemuda. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas wirausaha lokal, agar mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan dan bersaing di pasar yang semakin ketat.
Pemerintah daerah sebelumnya telah menyelenggarakan program inkubasi bisnis UMKM untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan dan aspirasi ini menjadi kelanjutan dari upaya tersebut untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha.
Terakhir, masyarakat meminta bantuan peralatan kerajinan anyaman seperti palu, gunting, dan obeng. Peralatan ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas perajin yang hingga saat ini masih banyak menggunakan alat tradisional yang memakan waktu dan tenaga. (rdi/abe)












