Kalimantan TengahUtama

Peluncuran Kartu Huma Betang Dijadwalkan Februari

452
×

Peluncuran Kartu Huma Betang Dijadwalkan Februari

Sebarkan artikel ini
Leonard S Ampung

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mematangkan persiapan peluncuran Kartu Huma Betang yang dijadwalkan akan dilaksanakan Februari 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Leonard S Ampung menegaskan, kartu tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang telah melalui proses seleksi dan verifikasi data secara menyeluruh.

Leonard menjelaskan, saat ini pemerintah masih melakukan pendataan calon penerima manfaat.

Setiap penerima nantinya akan mendapatkan kartu lengkap dengan PIN. Proses pendataan dilakukan dengan pengambilan foto langsung penerima agar data yang dimiliki benar-benar valid.

“Semua itu melalui seleksi. Ada tim dari kami yang bekerja, mulai dari desil 1 dan desil 2, berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat,” kata Leonard, Selasa (13/1/2026).

Ia mengakui, dalam proses pencocokan data sering ditemukan berbagai kendala, seperti data warga yang sudah meninggal dunia atau telah pindah domisili. Karena itu, verifikasi ulang menjadi tahapan penting sebelum kartu dibagikan kepada masyarakat. “Kadang-kadang orangnya sudah meninggal, ada juga yang sudah pindah. Itu yang kita verifikasi lagi di lapangan,” jelasnya.

Menurut Leonard, penentuan penerima Kartu Huma Betang didasarkan pada banyak indikator. Selain penghasilan, kondisi rumah dan aspek sosial ekonomi lainnya juga menjadi bahan pertimbangan. “Banyak indikatornya. Dari sisi penghasilan, kita lihat juga kondisi rumah, dan seterusnya,” ujarnya.

Leonard menegaskan, Kartu Huma Betang yang akan diluncurkan ini berbeda dengan kartu yang sempat beredar sebelumnya. Kartu lama tersebut hanya digunakan sebagai contoh dalam kegiatan sosialisasi dan tidak lagi berlaku. “Yang dulu itu hanya contoh, tidak dipakai lagi. Yang dipakai nanti adalah kartu yang baru dan akan diluncurkan bersamaan pada Februari,” tegasnya.

Terkait kartu contoh yang sempat dipegang masyarakat, Leonard menyebut kepemilikan kartu tersebut tidak otomatis menjamin seseorang akan menerima manfaat. “Bisa dapat, bisa tidak. Karena itu hanya contoh saat sosialisasi atau kampanye dulu,” katanya.

Untuk pendistribusian kartu, Leonard memastikan akan dilakukan tim dari Pemprov Kalteng, bukan melalui ketua RT atau pihak lain.

Kartu Huma Betang sendiri dirancang sebagai kartu terpadu bantuan sosial. Manfaat yang diterima masyarakat bisa beragam, mulai dari bantuan sembako yang dapat ditukarkan, bantuan tunai, hingga bantuan pendidikan bagi anak sekolah. “Nanti kelihatan di situ, dia dapat bantuan apa. Misalnya bantuan anak sekolah, bantuan sembako, semuanya tercatat,” jelas Leonard.

Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu mengajukan permohonan secara mandiri. Pendataan dilakukan langsung oleh pemerintah melalui tim yang turun ke lapangan. “Pemerintah yang mendata langsung ke masyarakat,” pungkasnya. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *