SAMPIT – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Semekto, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat malam (19/12/2025) sekitar pukul 19.25 WIB. Insiden yang berlangsung saat hujan mengguyur kawasan tersebut terjadi tepat depan Kantor SAR Sampit. Peristiwa itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat serta dua orang lainnya mengalami luka serius. Diduga korban yang tewas tak pakai helm saat kejadian.
Sekadar diketahui, kecelakaan ini melibatkan dua sepeda motor. Yaitu Yamaha R15 dan Honda Beat. Benturan keras di tengah kondisi jalan yang basah akibat hujan membuat warga sekitar terkejut dan segera keluar rumah untuk memastikan sumber suara tabrakan.
Salah seorang warga setempat, Wahyu, mengaku kaget saat mendengar suara benturan keras dari arah jalan raya depan Kantor SAR Sampit. “Awalnya kaget karena mendengar suara benturan keras di jalan raya depan SAR. Saat saya keluar, ternyata sudah terjadi kecelakaan,” ungkapnya.
Menurut Wahyu, korban yang meninggal dunia diketahui merupakan warga yang menyewa barak tepat depan Kantor SAR Sampit. Dari informasi yang diterimanya, korban meninggal di lokasi kejadian akibat benturan keras di kepala.
Sebelum kejadian, korban diketahui keluar untuk membeli makanan. Saat kembali dan hendak menyeberang jalan menggunakan sepeda motor Yamaha R15 dari arah timur, tiba-tiba datang sepeda motor Honda Beat yang dikendarai dua orang remaja dari arah barat dengan kecepatan tinggi, di tengah hujan yang masih turun.
Warga menduga korban yang meninggal dunia saat itu tidak mengenakan helm, sehingga benturan keras langsung mengenai bagian kepala. “Kalau saya lihat, seluruh badannya tidak ada luka yang terlihat. Tapi darah keluar dari kepala, telinga, dan hidung,” ungkapnya.
Wahyu juga menyebutkan, kawasan Jalan Semekto, khususnya sekitar Kantor SAR Sampit, memang dikenal warga sebagai lokasi yang kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.
Akibat kecelakaan ini, satu orang dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara dua korban lainnya mengalami luka cukup serius dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Murjani Sampit oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kotim untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penanganan dan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. (pri/ens)












