PALANGKA RAYA – Tren positif pendidikan kembali terlihat di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Tahun 2025. Data terbaru Dinas Pendidikan (Disdik) menunjukkan, bahwa jumlah peserta didik tingkat SMA, SMK dan Sekolah Khusus bertambah signifikan, mencapai 99.377 siswa, naik dari tahun 2024 sebanyak 96.583 siswa atau bertambah 2.794 siswa dengan kenaikan sekitar 2,89 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo mengatakan, peningkatan ini menjadi indikator keberhasilan pemerataan pendidikan di daerah.
“Alhamdulillah, jumlah peserta didik kita meningkat dan ini menunjukkan semakin banyak anak di Kalteng yang bisa menikmati layanan pendidikan,” ujarnya di Palangka Raya, Selasa (9/12/25).
Reza menjelaskan, bahwa pertumbuhan itu turut ditopang oleh sejumlah program pendidikan, seperti perluasan akses di wilayah terpencil, peningkatan kualitas guru, hingga penerapan transformasi digital. Pemerataan layanan juga terus dilakukan agar fasilitas pembelajaran di daerah pelosok dapat setara dengan wilayah perkotaan.
Selain bertambahnya jumlah siswa, Rapor Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat peningkatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kalteng yang naik menjadi kategori tuntas pertama dengan skor 71,35 pada 2025.
Indikator literasi dan numerasi pun menunjukkan perkembangan positif. Untuk SMA, nilai literasi naik dari 69,26 menjadi 72,78, sedangkan SMK naik dari 70,45 menjadi 74,34. Sekolah Khusus mencatat lonjakan besar dari 35,47 menjadi 70. Pada numerasi, SMA naik dari 63,56 menjadi 68,54, SMK dari 62,1 menjadi 68,93, dan Sekolah Khusus dari 58,6 menjadi 85.
Kepuasan dunia usaha terhadap lulusan SMK turut meningkat dari 68,37 pada 2024 menjadi 75,89 pada 2025. Reza menyebut kenaikan ini menunjukkan lulusan vokasi semakin siap memasuki industri, sesuai arahan Gubernur, Agustiar Sabran, untuk memperkuat pendidikan vokasi.
Pemprov Kalteng juga terus memperluas transformasi pendidikan digital melalui program Kelas Digital Huma Betang, penyediaan papan tulis interaktif, panel surya, hingga pemanfaatan akses satelit Starlink untuk daerah terpencil.
Menurut Reza, penerapan teknologi turut membuat kapasitas belajar meningkat. “Kelas atau Rombongan Belajar yang sebelumnya 20 orang sekarang bisa menjadi 35 orang. Dampaknya luar biasa, pembelajaran bisa merata bahkan ke pelosok Kalteng,” ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan akan terus diperkuat demi pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah Kalteng. (ifa/abe)












