Feature

Siswa Bertopeng Tikus Menghamburkan Uang Mainan

76
×

Siswa Bertopeng Tikus Menghamburkan Uang Mainan

Sebarkan artikel ini
TOPENG TIKUS : Seorang siswi mengenakan tipeng tikus berdasi dalam memeriahkan pawai pembangunan dalam rangka HUT ke-80 RI tahun 2025 di Kotim, Sabtu (30/8/2025).APRI/RADAR KALTENG

Dari Pawai Pembangunan HUT ke-80 RI di Sampit

Pawai pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berlangsung meriah, Sabtu (30/8/2025). Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalur pawai untuk menyaksikan parade yang menampilkan ragam kreasi dari sekolah, instansi, dan komunitas.

—————–

NAMUN perhatian publik tiba-tiba pecah ketika seorang siswa tampil dengan cara yang tak biasa. Dia mengenakan setelan jas hitam rapi lengkap dengan dasi, wajahnya justru ditutupi topeng tikus. Sambil melangkah, ia menebarkan lembaran uang mainan ke arah penonton yang bertuliskan uang rakyat. Aksi teatrikal itu langsung disambut sorakan riuh dan tepuk tangan warga yang memenuhi jalan.

Bagi sebagian masyarakat, penampilan nyentrik itu bukan sekadar hiburan. Tikus kerap diasosiasikan sebagai simbol perilaku korupsi. Sementara uang yang disebarkan dianggap sebagai sindiran terhadap praktik penyalahgunaan anggaran. Pesan moral tersebut sukses menjadi sorotan sekaligus bahan perbincangan hangat di tengah suasana pawai.

“Lucu tapi juga nyentil. Soalnya memang pas banget dengan kondisi sekarang. Kreatif sekali idenya,” ucap Risky, salah seorang penonton yang hadir bersama keluarganya.

Hal senada disampaikan Yudi, warga lainnya. “Jarang-jarang ada penampilan yang berani sekaligus menghibur seperti ini. Jadi bukan hanya meriah, tapi ada pesan yang bisa diambil,” katanya.

Selain aksi kreatif tersebut, pawai juga dimeriahkan dengan parade busana tradisional, pertunjukan seni, kendaraan hias, hingga atraksi bertema pembangunan daerah. Taman Kota Sampit yang menjadi titik akhir rute pawai dipenuhi masyarakat yang larut dalam euforia perayaan.

Bupati Kotim Halikinnor yang hadir di lokasi mengapresiasi semangat masyarakat dalam menyukseskan pawai pembangunan tahun ini. Ia menegaskan, kemeriahan peringatan HUT RI hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus menjaga keamanan daerah.

“Kalau suasana tidak aman, maka pembangunan juga akan terhambat. Mari kita jaga Kotim agar tetap kondusif,” pesan Halikinnor.

Ia menekankan, keamanan dan ketertiban adalah fondasi utama pembangunan. “Saya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah menjaga ketertiban. Kebersamaan inilah yang membuat Kotim bisa terus berkembang,” akuinya.

Pawai pembangunan tahun ini pun bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga wadah ekspresi kreativitas, kritik sosial, sekaligus ajang memperkokoh persatuan masyarakat Kotim. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *