PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kalteng masa bakti 2025 sampai dengan 2028.
Dalam sambutannya, Gubernur berpesan agar seluruh pengurus KNPI Kalteng mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan kerja keras. Ia menegaskan, sesuatu yang luar biasa tidak mungkin diraih dengan cara instan, melainkan melalui proses dan kerja kolektif sesuai tupoksi masing-masing.
“Saya berpesan, kepada semua pengurus KNPI Kalteng, laksanakan amanat besar ini dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab dan kerja keras. Sesuatu yang luar biasa tidak mungkin didapat dengan mudah, perlu proses, dan dalam berorganisasi harus kolektif,” ucap Agustiar.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan, pentingnya peran KNPI sebagai mitra strategis pemerintah pusat maupun daerah, terutama dalam upaya membangun sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, pemuda-pemudi Kalteng harus mampu menjadi generasi unggul yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Selain menjadi inisiator, KNPI juga memiliki peran besar sebagai wadah persatuan. Persatuan adalah kekuatan utama untuk mewujudkan program-program pembangunan, sehingga kita mampu mengatasi berbagai tantangan ke depan,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Agustiar juga mengajak seluruh pengurus dan anggota KNPI untuk senantiasa menjaga kekompakan dan kondusivitas daerah. Ia menegaskan, keberagaman dan kebersamaan harus terus dijaga agar tidak menimbulkan perpecahan.
“Saya mengimbau, kepada pengurus dan anggota KNPI Kalteng untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif di Bumi Tambun Bungai. Jangan sampai keberagaman kita menjadi alasan perpecahan. Semua permasalahan hendaknya diselesaikan dengan cara baik-baik demi menjaga keharmonisan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan harapan besar agar KNPI Kalteng masa bakti 2025 sampai dengan 2028 dapat membawa energi positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam melahirkan generasi muda yang kreatif inovatif dan berdaya saing. (ifa/abe)