Utama

Dimana Pejabat saat Rakyat ‘Perang’ dengan Aparat

89
×

Dimana Pejabat saat Rakyat ‘Perang’ dengan Aparat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi metafora yang menggambarkan kondisi bangsa saat ini. Demonstrasi yang di lakukan rakyat kepada “wakil rakyat’’FOTO: NET

PALANGKA RAYA – Ketua Penegak Hukum Rakyat Indonesia (PHRI) sekaligus Ketua Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Provinsi Kalimantan Tengah Suriansyah Halim menyoroti tajam sikap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dinilai masih bungkam atas tragedi meninggalnya seorang peserta aksi unjuk rasa di Jakarta.

Menurut dia, tragedi yang merenggut nyawa seorang warga bukan sekadar insiden biasa, melainkan alarm keras bahwa negara tengah menghadapi krisis kepercayaan rakyat.

“DPR jangan hanya diam sembunyi. Aspirasi rakyat harus didengar secara langsung, bukan hanya lewat pernyataan politik normatif. Hadirlah di tengah rakyat, dengarkan jeritan mereka, jangan biarkan rakyat justru dibenturkan dengan aparat,” tegas Suriansyah Halim, Sabtu (30/8/2025).

Suriansyah mendesak Kepolisian RI agar mengusut tuntas penyebab meninggalnya korban. Jika terbukti ada kesalahan prosedur, kata dia, aparat yang terlibat harus diproses tanpa pandang bulu. “Hukum harus ditegakkan seterang-terangnya. Keadilan bagi korban adalah kunci agar rakyat tidak kehilangan kepercayaan pada negara,” ujarnya.

Di sisi lain, Suriansyah mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kedamaian dalam menyampaikan aspirasi. Ia menilai perjuangan rakyat jangan sampai dimanfaatkan pihak tertentu yang membawa agenda politik sesaat.

“Aspirasi harus disampaikan secara damai dan bermartabat. Jangan terprovokasi, bangsa ini butuh kebersamaan, bukan perpecahan,” imbaunya.

Menurut dia, peristiwa ini harus menjadi momentum DPR dan pemerintah untuk merekatkan kembali hubungan dengan rakyat. Dialog dan keberanian berpihak pada kepentingan umum menjadi hal mendesak. “Hadir di lapangan, duduk bersama rakyat, itulah yang ditunggu. Jangan sampai peristiwa seperti ini terulang,” ungkapnya.

Dibalik kritik kerasnya, Suriansyah sempat melontarkan pesan bernada humanis. Ia mengingatkan bahwa rakyat yang turun ke jalan bukan musuh negara, melainkan bagian dari keluarga besar bangsa.

“Kita ini satu rumah besar bernama Indonesia. Kalau ada yang bersuara keras, jangan buru-buru dimusuhi. Justru harus didengar, karena itu tanda ada yang sedang tidak baik-baik saja,”  pungkasnya. (rdo/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *