Isen MulangKalimantan Tengah

Kombinasi Varietas Unggul Solusi Naikan Indeks Pertanaman

41
×

Kombinasi Varietas Unggul Solusi Naikan Indeks Pertanaman

Sebarkan artikel ini
Kombinasi Varietas
Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana saat mengawal Panen Padi Varietas Lokal Karang Dukuh di Kecamatan Kapuas Timur, Senin (25/8/2025) lalu. Foto: IST

PALANGKA RAYA – Kabupaten Kapuas merupakan salah satu lumbung pangan strategis di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berpotensi besar dalam pengembangan varietas padi lokal.

Dengan karakteristik lahan rawa pasang surut luas, petani setempat telah lama membudidayakan padi lokal unggulan seperti varietas Siam Unus, Siam Mutiara, Karang Dukuh dan Siam Arjuna yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi agroekosistem rawa.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan pengawalan panen secara terpadu, guna mendukung ketahanan pangan nasional serta keberlanjutan plasma nutfah lokal di Desa Anjir Serapat Tengah, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, Senin (25/8/2025) lalu.

Kepala Dinas TPHP Kalteng, Rendy Lesmana, menjelaskan, bahwa pengawalan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani, dengan tujuan memastikan kualitas hasil panen, penerapan teknologi panen yang tepat serta penanganan pascapanen yang baik agar gabah yang dihasilkan memenuhi standar mutu.

Demi tercapainya tujuan tersebut perlu sinergi antara petani, pemerintah, penyuluh pertanian dan pengawas mutu hasil pertanian yang bertanggungjawab dengan kegiatan pendampingan serta pembinaan mutu produksi hasil pertanian.

Rendy menjelaskan, pemanfaatan teknologi sarana pascapanen Combine Harvester merupakan salah satu cara penanganan pasca panen yang efisien, mengurangi kehilangan hasil (losses), dan menjaga mutu gabah.

“Hamparan padi lokal seluas 2.400 hektare di desa Anjir Serapat Tengah ini, siap mendukung peningkatan produksi beras lokal di Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Kepala Dinas TPHP itu menyampaikan bahwa pengawalan panen varietas padi lokal di Kabupaten Kapuas, diharapkan dapat mewujudkan kemandirian pangan daerah sekaligus mendukung swasembada beras nasional.

“Padi lokal Kapuas bukan hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga berpotensi sebagai beras indikasi geografis serta warisan budaya pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi bila dikembangkan secara berkelanjutan,” tegas Rendy.

Pemerintah Provinsi berharap, indeks pertanaman yang selama ini hanya satu kali setahun dapat ditingkatkan menjadi dua kali, dengan mengoptimalkan produktivitas melalui pemanfaatan kombinasi varietas padi lokal dan unggul. (ter/abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *