Kasus campak di Indonesia tengah melonjak. Sebanyak 46 wilayah melaporkan kejadian luar biasa (KLB) campak dengan lebih dari 3.400 kasus, mengutip rilis Kementerian Kesehatan pada Kamis (28/8/2025).
Di Sumenep, wilayah KLB campak terdeteksi belum ini, telah mencatatkan 2.139 kasus suspek dengan 17 pasien dinyatakan meninggal dunia per 26 Agustus 2025.
Meluasnya wabah campak perlu menjadi perhatian karena termasuk penyakit mudah menular. Simak tips terlindung dari KLB campak di bawah ini.
1. Lengkapi Imunisasi
Vaksinasi campak sangat efektif dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Vaksin yang diberikan yaitu MR (Measles dan Rubella) sebanyak dua dosis.
Dosis pertama diberikan pada usia 9 bulan dan 18 bulan untuk dosis kedua. Apabila anak belum melengkapi imunisasi, segera lengkapi dan hindari menunda sampai terjadi kasus di sekitar.
Para ibu dapat proaktif mengecek status imunisasi anak di puskesmas atau posyandu di lingkungan tempat tinggal.
Mengutip Cleveland Clinic, kemungkinan tertular campak sangat kecil jika telah menerima dua dosis vaksin. Imunisasi dengan satu dosis dianggap kurang efektif mencegah penularan penyakit.
2. Hindari Kontak dengan Pasien
Penyakit campak yang menular disebabkan oleh virus dengan genus Morbillivirus. Virus disebarkan melalui droplet yang terbawa udara ketika pengidapnya bernapas, batuk, bersin, maupun berbicara.
Droplet pun masih bisa bertahan di dalam ruangan selama dua jam bahkan setelah orang pasien campak telah pergi.
SUMBER : JAWA.POS