Nasional

Dirjen Hubdar Aan Suhanan Minta Pelayanan Dasar Ditingkatkan 

53
×

Dirjen Hubdar Aan Suhanan Minta Pelayanan Dasar Ditingkatkan 

Sebarkan artikel ini
FOTO : NET

 Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan meninjau Terminal Tipe A Purabaya (Bungurasih) dan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Trosobo, Jawa Timur. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Terminal Purabaya berdiri di atas lahan seluas 119.950 meter persegi diketahui melayani 238 trayek dengan dukungan 131 perusahaan otobus, Terminal ini menjadi simpul utama perjalanan dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota-antarprovinsi (AKAP). Setiap hari, terminal ini mencatat rata-rata 30.000 pergerakan penumpang.

Aan menekankan pentingnya peningkatan layanan dasar, mulai dari fasilitas sanitasi, kebersihan, hingga pengawasan keamanan. Selain itu, perlu transparansi dalam pengelolaan loket tiket agar terhindar dari praktik percaloan.

“Terminal Purabaya adalah wajah transportasi darat Indonesia. Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman. Prioritas utama adalah fasilitas dasar seperti toilet dan kebersihan area terminal karena itu yang paling langsung dirasakan penumpang,” ujar Aan, Kamis (28/8).

Purnawirawan Polri ini meminta agar kebersihan area terminal bisa ditingkatkan. Sehingga, bisa memberikan kenyamanan bagi para penumpang saat menunggu angkutannya datang.

“Kebersihan masih menjadi tantangan di area keberangkatan dan kedatangan. Dengan optimalisasi sumber daya, kebersihan harus menjadi prioritas agar masyarakat merasakan fasilitas yang bersih, nyaman, dan sehat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Aan menegaskan pentingnya inovasi digital dalam pengaturan keberangkatan dan pemeriksaan kendaraan. “Dengan teknologi, layanan dapat lebih cepat, efisien, sekaligus tetap menjamin keselamatan,” jelasnya.

Usai meninjau terminal, Aan melanjutkan kunjungan ke UPPKB Trosobo, salah satu jembatan timbang strategis di Kabupaten Sidoarjo. Lokasi ini dianggap penting dalam pengendalian kendaraan over dimensi dan over load.

“Keberadaan jembatan timbang sangat penting, terutama dalam mengendalikan kendaraan dengan muatan berlebih maupun dimensi berlebih. UPPKB adalah pintu masuk pengawasan sekaligus penindakan,” tegasnya.

Menurut Aan, saat ini UPPKB Trosobo telah memiliki sistem otomatisasi, namun baru sebatas pelaporan ke pusat. Oleh karena itu butuh digitalisasi.

SUMBER : JAWA.POS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan kerja…