Aksi tawuran antar kelompok massa di Jalan Embong Malang, Surabaya pada Minggu dini hari (24/8), menyita perhatian masyarakat. Bagaimana tidak, bentrokan itu membuat jalan protokol ditutup beberapa jam.
Sehari setelah bentrokan, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya melakukan deklarasi damai bertajuk “Surabaya Rumah Kita Bersama” yang disepakati oleh 27 suku di Kota Pahlawan.
Ketua FPK Kota Surabaya, Hoslih Abdullah mengatakan tujuan FK adalah saling memberikan masukan dan menyelenggarakan berbagai kegiatan, demi menjaga kerukunan antar suku yang ada.
“Intinya bersepakat tugas kami (FPK) adalah menjaga Kota Surabaya harus aman nyaman agar bisa ditinggal oleh semua masyarakat,” kata Hoslih dalam sebuah konferensi pers di Humas Pemkot Surabaya, Selasa (26/8).
“FPK sendiri sudah mulai melakukan sosialisasi ke tingkat kecamatan agar masyarakat tahu ada wadah untuk melaporkan masalah. Dengan begitu, bisa lebih mudah karena melibatkan ketua kelompok masyarakat,” tukas Tundjung.
Berikut pernyataan sikap dan deklarasi FPK bertajuk “Surabaya Rumah Kita Bersama”:
1. Menjadikan Surabaya sebagai rumah bersama, tempat seluruh warga tanpa memandang asal-usul, agama, budaya, bahasa, dan status sosial dapat hidup berdampingan secara damai, setara, dan bermartabat.
2. Meneguhkan semangat kebhinekaan sebagai kekuatan utama membangun kota yang maju, humanis, dan berkeadilan, serta menolak segala bentuk diskriminasi, intoleransi, dan kekerasan berbasis identitas.
SUMBER : JAWA.POS